BUKA USAHA DENGAN MODAL SENDIRI

share on:
Lokasi Pembangunan Gedung Kerajinan Kewi Owarigin (Jubi/Mawel)

Sentani, 5/4 (Jubi) – Usaha kerajinan tangan seperti tas Noken milik Ibu Neny Kogoya bertolak belakang dengan usaha kebanyakan warga. Kebayakan warga membuka usaha setelah mendapatkan dana bantuan usaha dari pemerintah atau lembaga donor.

Ibu Nany memulai usaha kerajinan merajut tas Noken, gelang, taplak meja dengan modal sendiri. Hasil kerajinan itu dijual kepada warga. “Saya berusaha sendiri dari satu perkumpulan ibu-ibu PKK,” kata Neny yang juga Ketua Kelompok Kerajinan, RW 03, RT 01, Kampung Sereh Pos 7, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Usaha yang dirintis tahun 2008 itu terus berkembang menjadi satu usaha bersama ibu-ibu warga lingkungan rawa ini. “Kita menetapkan waktu kerja dalam seminggu tiga kali dan menetapkan nama kelompok. Nama usahanya, Kewi Owaringi yang artinya masa yang akan datang cerah. kelompok ini berkumpul pada Senin, Rabu dan Jumat. Pada hari itu, kami berkumpul merajut tas Noken dan kerajinan tangan lainnya,” katanya.

Hasil kerajinan para ibu-ibu asli pengunungan tegah Papua, terutama wilayah Jayawijaya, Puncak Jaya, Lani Jaya dan sekitarnya ini sangat menjanjikan. “Harga satu tas Noken Rp200.000. Satu batang koteka Rp300.000, Sali (busana tradisional wanita gunung) Rp300.000. Kami juga jadikan bahan sewaan. Banyak yang datang sewa hasil kerajinan kami. Harga sewaan bervariasi, tergantung model dan jenis, kalau Sali satu kali sewa Rp750.000 dan Noken Rp100.00,” jelasnya.

Hasil jualan kerajinan ini kemudian menjadi modal pembangunan gedung penyimpanan hasil kerajinan. “Hasil sumbangan itu kami mulai membangun fondasi gedung kerja dan hasil kerja kami.  Jika gedung itu selesai bangun, kami akan mengudang semua pihak, terutama pemerintah untuk peresmian dan proses perizinan usaha. Kalau resmi kan, kita bisa meminta bantuan kepada pemerintah agar usaha ini lebih baik,” katanya.

Menurut wanita asli Puncak Jaya ini, usaha harus berangkat dari suatu kemadirian, bukan ketergantugan. “Kita mandiri dulu, setelah itu, baru minta bantuan pemerintah,” katanya. (Jubi/Mawel)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BUKA USAHA DENGAN MODAL SENDIRI