LAGI, PRO-KONTRA LMA

share on:
CRISTOMUS WAMUAR SAAT DILANTIK (JUBI/APRILA)

Jayapura, 9/4 (Jubi)Pro-kontra eksistensi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay dan LMA Kota Jayapura kembali mencuat terkait dukungan Walikota Jayapura, Benhur Tomy Mano (BTM) terhadap LMA lama dalam media massa Selasa pagi (9/4) di Jayapura.

“Saya sebenarnya hanya ingin merespon pernyataan BTM Selasa (9/4) pagi tadi di media massa mengatakan, dirinya mendukung LMA lama dan tidak mendukung LMA baru,” ungkap Cristomus Wamuar, Ketua LMA Kota Jayapura ke wartawan di Kantor LMA Port Numbay, di Jalan Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Selasa (9/4).

Wamuar ingin tahu, apakah pernyataan BTM pagi tadi adalah pernyataan selaku Walikota Jayapura ataukah pernyataan BTM selaku anak adat. “BTM seharusnya memanggil saya untuk bicarakan masalah ini dengan baik, karena sebagai Walikota Jayapura, BTM seharusnya mengeluarkan bahasa yang baik, sesuai dengan jabatannya,” kata Wamuar lagi.

Adalah suatu kebanggan bagi dirinya saat melihat ada Anak Jayapura yang menjabat sebagai bupati atau walikota tetapi setelah duduk makan yang enak, jadi lupa pada semua. Nanti bila sudah susah baru ingat pada orang di kampung. “Kitong orang Jayapura kalau ada yang jadi pejabat tuh, masalah di kampung juga di bawa ke kantor,” tutur Wamuar lagi.

Sementara itu, Yosina Hamadi, Ketua Solidaritas Perempuan Port Numbay mengatakan, pihaknya tidak pernah melihat ada pertemuan ondoafi yang dilakukan di Kantor LMA, Jalan Pantai Hamadi, Jayapura. “Ini tidak seperti kantor tetapi lebih mirip kuburan. Seharusnya kantor ini menjadi tempat masyarakat menyalurkan aspirasi tetapi tidak pernah dipergunakan,” demikian kata Yosina Hamadi lagi. (Jubi/Aprila Wayar)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LAGI, PRO-KONTRA LMA