KOMISI C DAN KONI BAHAS ASET OLAHRAGA

share on:
Ketua Komisi C DPRP Papua, Yan Ayomi (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 10/4 (Jubi) – Komisi C DPR Papua yang diketuai  Yan Ayomi bersama 12 anggotanya, menngelar rapat kerja bersama KONI Papua. Rapat tersebut  berlangsung di Hotel Numbay Dok V Jayapura, Rabu, (10/4).

Dalam rapat kerja itu,  sejumlah masalah diangkat. Diantaranya,  aset-aset yang dikelola KONI Papua termasuk pembangunan mess atlit. Wakil Sekretaris KONI Papua, Th. Pasaribu kepada tabloidjubi.com, di kantor KONI Papua membenarkan hal itu. “Kita rapat kerja dengan Komisi C DPRP, sekaligus mereka ingin mengetahui aset daerah. Yang dibicarakan dalam rapat menyangkut masalah aset daerah yang dikelola oleh KONI,” kata  Pasaribu usai rapat kepada tabloidjubi.com di Jayapura, Rabu (10/4).

Dalam pertemuan itu juga membahas masalah program KONI kedepan, terutama untuk tahun 2013-2014. Kata Pasaribu, beberapa hal sudah disepakati, terutama Komisi C akan mendukung KONI dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga di tanah Papua, termasuk pekan olahraga Provinsi (Porprov).

“Porprov itu disetujui dan didukung oleh komisi C. Bahkan, mereka mau kedepan, sebelum Porprov, ada kompetisi yang dilakukan secara berjenjang antara desa, kampung, distrik, kabupaten. Jadi intinya komisi C sangat mendukung,” tutur Pasaribu.

Hal lain lagi yang menjadi perhatian komisi C, kata dia,  adalah tentang renovasi pengadaan sarana prasarana olahraga di Provinsi Papua, termasuk yang sangat terdedesak saat ini  adalah  renovasi gedung olahraga (GOR) Cenderawasih APO Jayapura.

“GOR ini diminta supaya direnovasi, dibuat yang lebih representatif. Dan juga penataan kembali di Mandala. Di Mandala mereka (Komisi C) juga setuju dibangun asrama atlit. Yang ada dirombak (dibangun) semacam wisma atlit yang pada waktu penggunaan iven-iven dapat digunakan atlit. Tapi juga pada saat-saat tidak ada iven, dapat digunakan untuk umum,” ujar  mantan Sekda Kota itu.

Komisi C DPR Papua juga menganjurkan aset-aset yang dikelola KONI agar lebih didayagunakan untuk mendapatkan income, termasuk GOR dan Mandala. “Mereka mau mengadakan revisi terhadap Perda tentang retribusi yang sudah berapa puluh tahun lalu, sudah tidak relevan, apalagi dibanding dengan fasilitas yang ada di Mandala sekarang ini cukup baik, sehingga mereka memutuskan untuk diperbaiki,” ungkap Pasaribu. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KOMISI C DAN KONI BAHAS ASET OLAHRAGA