18 DAERAH TERISOLIR DI PAPUA JADI PERHATIAN UP4B

share on:
Sekda Papua, Constant Karma, saat membacakan sambutan Gubernur Papua, Lukas Enembe, pada acara Rakorsus di Jakarta (Foto UP4B)

Timika, 17/4(Jubi)Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) telah menyusun masterplan tentang percepatan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan pada daerah terisolir yang meliputi 18 kabupaten di Papua dan tiga kabupaten di Papua Barat.

Kepala UP4B Bambang Darmono menyatakan hal itu saat sampaikan sambutan pembukaan pada Rapat Koordinasi Khusus Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (Rakorsus P4B) Tingkat Nasional Rabu 17/4 di Jakarta. Rakorsus ini diadakan untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (RKT-P4B) Tahun 2014.

“Program ini merupakan pelayanan terdepan bagi pendidikan dan kesehatan dasar (front line education dan health care services,” ujar Bambang Dharmono, di Jakarta, Rabu(17/4).

Menurut Bambang Darmono, apabila program ini dapat dilaksanakan pada tahun 2013 melalui optimalisasi anggaran pemerintah atau pendanaan melalui APBN-P tahun 2013, maka akan dapat mengatasi terulangnya persoalan kematian penduduk seperti yang terjadi di Kabupaten Tambrauw dan Yahukimo yang sedang menjadi sorotan masyarakat baik nasional maupun internasional.

Dalam RKT-P4B tahun 2013, peran UP4B juga telah berhasil memfasilitasi peningkatan anggaran APBN untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat antara lain : (1) peningkatan DIPA pada 14 KL sebesar 23,79 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 41,58 persen pada tahun 2013 apabila dibandingkan dengan kenaikan APBN sebesar 17,27 persen pada tahun 2013 serta melalui direktif Presiden untuk peningkatan anggaran bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada tahun 2013 sebesar 1,365 triliiun yang diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur transportasi, ketenagalistrikan, pembangunan Depo BBM dalam rangka menurunkan biaya kemahalan di pegunungan tengah serta pengembangan agropolitan ternak sapi di Papua Barat.

Program/kegiatan P4B di tahun 2013 dikatakan Bambang Darmono, juga telah disiapkan program antara lain berupa : (1) pengembangan ternak Babi di wilayah pegunungan tengah sebanyak 10.250 ekor; (2) pengembangan agroindustri perkebunan Sagu di Sorong Selatan; (3) pemberian beasiswa kepada 500 siswa lulusan SMP untuk sekolah di SMA/SMK unggulan di Jawa dan Bali; (4) Pemberian kuota masuk dan beasiswa bagi 600 siswa/i OAP pada 39 PTN yang merupakan program lanjutan;

“Afirmasi pendidikan kedinasan berupa Akademi TNI sebanyak 45 orang, Akademi Polri sebanyak 45 orang, Akademi Penerbang sebanyak 40 orang, Akademi perindistrian sebanyak 10 orang, dan STAN sebanyak 210 orang; (6) penyusunan Rancangan Perpres tentang pembangunan jalan strategis P4B yang merupakan jalan trans Papua dan Papua Barat; (7) pembangunan dan peningkatan 9 buah bandara dan 79 buah lapangan terbang perintis di Papua dan Papua Barat; (8) pembangunan dan peningkatan 6 buah pelabuhan laut dan 23 buah dermaga di Papua dan Papua Barat; (9) pembangunan Tahap I Depo BBM di Mumugu (Asmat), Suator (Asmat), Tanah Merah (Boven Digoel), Teminabuan (Sorong Selatan).

Proses penyusunan RKT-P4B tahun 2014 telah dilakukan melalui serangkaian Rakorsus yang dimulai dari Tingkat Kabupaten/Kota pada tanggal 4 sampai dengan 9 Maret 2013 di 5 Kluster (Jayapura, Wamena, Merauke, Nabire, Biak) di Provinsi Papua dan 2 Kluster (Sorong dan Manokwari) di Provinsi Papua Barat. Rakorsus tingkat Provinsi dilaksanakan secara bersamaan dengan Musrenbang Provinsi pada tanggal 11 sampai dengan 13 April 2013 di Jayapura (Provinsi Papua) dan Fak fak (Provinsi Papua Barat).

Menurut Kepala UP4B, hasil dari Rakorsus tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi disepakati untuk menetapkan 5 sampai 6 program/kegiatan strategis P4Byang merupakan hasil proses usulan dari bawah (bottom up). Selanjutnya usulan program strategis tersebut akan dibahas dan dikonsultasikan dalam forum Rakorsus tingkat nasional ini bersama Kementerian dan Lembaga untuk mendapatkan kesepakatan. Hasil kesepakatan ini selanjutnya manjadi tugas UP4B untuk melakukan pengawalan dan pendampingan dalam hal pendanaan maupun pelaksanaannya di lapangan.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Provinsi Papua, Constant Karma, yang mewakili Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan, Sesuai Visi Misi dan Saudara Wakil Gubernur yaitu “Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera”, kami bertekad untuk membangun Provinsi Papua dan membawa masyarakat Papua menuju PERADABAN BARU yang Mandiri dan Sejahtera.

“Tugas ini kami merasa sangat berat sebab ada begitu banyak tuntutan masyarakat semenjak kami ditetapkan sebagai pemenang Pemilukada Provinsi Papua di MK hingga di lantik yang kami nilai sudah sangat berlebihan,” ujar Lukas Enembe, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Constant Karma.

Ditambahkan, karean itu, untuk menyikapi tuntutan dan harapan serta keinginan rakyat yang berlebihan tersebut kami juga akan bekerja secara berlebihan dengan menggerakan semua potensi dan sumberdaya yang tersedia melalui pendekatan yang sfesifik, terencana dan terukur. (Jubi/Eveerth)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  18 DAERAH TERISOLIR DI PAPUA JADI PERHATIAN UP4B