JURNALIS JANGAN LARUT DALAM ISU NEGATIF

share on:
Suasan Media workshop (Jubi/Mawel)

Jakarta, 18/4 (Jubi) – Kebiasan wartawan daerah hingga nasional terpaku pada satu masalah negative. Wartawan tidak bisa terpakau pada satu masalah buruk itu saja.

Banyak masalah baik yang perlu menjadi perhatian Jurnalis. Warga tidak hanya ingin mengetahui msalah buruk. Hal ini disampaikan Mardiyah, Komentator Simulasi Liputan pelayanan dan masalah pacah Imunisasi  kepada wartawan perserta Mediah Worshop pada pecan imunisasi Dunia dengan tema  ‘Imunisasi Melindunggi Anak Indonesia dari Wabah, Kecacatan dan kematian,’ di Jakarta, Kamis (18/4).

“Jurnalis jangan terpaku pada hal-hal negativ. Banyak hal-hal positif yang perlu diangkat. Hal-hal positif juga menjadi kebutuhan warga,”  kata Mardiyah, wartawan tempo, specialis di bidang kehatan. Menurut Mardiyah, wartawan yang terpaku pada satu masalah negativ dapat diindikasikan bahwa  profisonalismenya tidak berkembang. Wartawan bisa mengembangkan profesionalisemnya  kalau kritis dan selalu ingin tahu.

Dia mengatakan, media yang mau mengirimkan jurnalisnya ke Media Workshop diakui sebagai bagian dari wartawan yang ingin tahu. Selain itu,  wartawannya ingin mengembangkan profesionalismenya. “Kesediaan anda datang berarti anda mau belajar. Itu artinya wartawan professional,” kata Abdulah Alamudi, pemateri Kode Etik Jurnalis, mantan Anggota Dewan Pers.

Menurut Abdulah, wartawan mesti menjadi profesiaonal dan tidak harus menjadi wartawan yang hanya  menulis berita dari jumpa pers dan press release. Wartawan kini mesti menjadi lebih professional dengan menerima verifikasi sebanyak mungkin atas suatu masalah. “Wartawan harus memperoleh verifikasi sebanyak mungkin dari satu masalah,”ujar Abdulah Alamudi. (Jubi/Mawel)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JURNALIS JANGAN LARUT DALAM ISU NEGATIF