SATRIA DIDALAM DAN DILUAR RING HARUS DIMAKNAI

share on:
Salah satu atlit tinju Papua yang bertarung di ajang Pra PON 2011 di Padang Sumatera Barat (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 26/4 (Jubi)Moto Persatuan Tinju Indonesia (Pertina), “Satria di Dalam dan Diluar Ring,” diharapkan dimaknai dengan baik dan benar.

Moto tersebut mengandung makna yang dalam bagi masyarakat olahraga tinju, termasuk atlit dan pengurus Pertina Papua.

Wakil Ketua Pengprov Pertina Papua, Sepi Yerisetouw ke tabloidjubi.com  Jumat, (25/4) di Jayapura menilai, makna dari kalimat tersebut sudah hilang. Yerisitouw berharap, moto Pertina yang termuat dalam logo Pertina, benar-benar dijunjung tinggi. Dalam hal ini pengurus Pertina Papua yang sudah melenceng jauh keluar dari filosofi moto tersebut.

“Moto satria di dalam dan diluar ring kita harus maknai moto ini dengan baik. Apa yang dimaksud dengan satria, sehingga kita sebagai pengprov Pertina Papua bisa dan dapat menempatkan diri secara profesional dalam mengembangkan tinju di tanah Papua,” ungkap Sepi.

Dia mengajak potensi yang ada pada diri pengurus Pertina Papua untuk dioptimalkan dengan kekuatan dalam membangun dunia tinju di tanah Papua, sekaligus mengangkat derajat dan totalitas diri bangsa Papua di dunia olahraga tinju sebagai olahraga masyarakat yang disenangi masyarakat di wilayah paling timur ini.

“Saya ajak, mari kita pengurus sebagai warga pertina berhikmat kepada moto Pertina. Tidak ada yang hebat atau lebih penting. Kita semua sama, mari belajar dari kekurangan dan kelemahan untuk berbuat baik,”ujarnya. Lanjut Sepi, dengan kekurangan dan kelemahan adalah kekuatan untuk berjuang lebih baik dari hari-hari yang sudah lewat.

“Dan kita mengambil remah-remah yang jatuh dari orang kuat, orang pintar, orang bijak, orang hikmat untuk merakit kekurangan dan kelemahan kita dari perbedaan pikiran sehingga membuat kita kuat dan lebih baik dari hari-hari yang telah mendahului kita,” ujarnya.

Dengan demikian, tambah Yerisitouw, “Kita satria, kita satu, kita utuh untuk siapkan diri Papua menjadi tuan rumah PON tahun 2020.” (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SATRIA DIDALAM DAN DILUAR RING HARUS DIMAKNAI