PETUGAS LAPAS DIIZINKAN GUNAKAN SENJATA

share on:
Ilustrasi Senjata (IST)

Jayapura, 30/4 (Jubi)Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini diizinkan memegang senjata layaknya polisi. Izin penggunaan tersebut beradasarkan kerja sama antara direktorat pemasyarakatan, Mabes Polri dan PT. Pindad.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Hukum dan HAM Papua Barat, Anthonius Ayorbaba kepada wartawan di Jayapura, Selasa (30/4) mengatakan, kerjasama antara Direktorat Pemasyarakatan dengan Mabes  Polri dan PT. Pindad maka sejak tahun 2007 sampai tahun 2013 ini akan dilakukan pembelian senjata untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di enam Kantor Wilayah di seluruh Indonesia termasuk Papua dan Papua Barat.

Kata dia, semua senjata tersebut diproduksi di Pindad. Untuk Papua Barat, Lapas Manokwari, mendapat senjata laras panjang sebanyak 10 pucuk, senjata genggam pendek 5 pucuk. Lapas Sorong senjata laras panjang 10 pucuk dan senjata laras pendek  5 pucuk. Lapas Fakfak, laras panjang 10 dan laras pendek 5 pucuk. Selanjutnya, Rumah Tahanan (Rutan) cabang Kaimana dan Teminabuan, masing-masing untuk laras panjang sebanyak 5 pucuk dan laras pendek, 5 pucuk.

Empat persyaratan untuk izin penggunaan senjata itu akan dikeluarkan Mabes Polri demi kepentingan pengamanan dan pengendalian di Lapas dan Rutan. Salah satu persyaratan diantaranya adalah rekomendasi dari kepolisian daerah. “Dalam kepentingan itu, maka saya dari Papua Barat datang ke Jayapura untuk mengurus rekomendasi dari Polda Papua,” kata Ayorbaba.

Lanjut mantan Kalapas Abepura ini, semua kelengkapan Administrasi sudah dilengkapi di Pusat, baik kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Mabes Polri, tapi juga dengan PT. Pindad dan juga jenis senjata yang akan di pakai di Lapas. “Tentu hal yang menjadi penting adalah Lapas harus bekerja sama dengan Biro SDM (Sumber Daya Manusia) Polda Papua untuk melakukan psikotes terhadap para KUPT dan kepala satuan keamanan, kepala seksi keamanan dan ketertiban dengan komdan jaga dan beberapa petuga Lapas yang dipilih. Kerjasama dilakukan untuk mengikuti ujian kompetensi psikotes yang nanti dilakukan oleh biro SDM Polda Papua,” ujarnya.

Dia menambahkan, bagi mereka yang lulus psikotes yang dapat diberikan izin untuk menggunakan senjata. “Jadi, senjata ini tidak diberikan dengan mudah untuk pejabat maupun petugas di Lapas memegang. Mereka akan diberikan kelayakan,” tuturnya. Pasalnya, dari Polda akan menindaklanjuti dengan pembuatan buku pas senjata dengan buku pas pemegang senjata. Buku pas senjata untuk inventaris Lapas Rutan, sementara petugas dan pejabat Lapas yang lulus psikotes akan diberikan izin memegang senjata dengan buku pasnya.

Berdasarkan surat perjanjian pekerjaan pengadaan alat Hankam  berupa senjata api laras panjang (bahu), senjata api laras pendek (genggam), peluru karet senjata api laras panjang (bahu) dan peluru karet senjata api laras pendek (genggam) antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan PT. Pindad bernomor : E. PL.03.06 – 231. Surat tersebut dikeluarkan sejak tanggal 4 Maret 2007.

Masih dalam surat perjanjian tersebut tertera, senjata api laras panjang (bahu), produksi PT. Pindad negara asal Indonesia sebanyak 300 unit jenis kaliber 12 GA. Senjata api laras pendek (genggam) termasuk peluru karet, berdasarkan surat perjanjian perijinan dan pengiriman ke daerah tingkat I/Propinsi sebanyak 200 unit berjenis kaliber 7,65 mm. Selanjutnya, 110.000 butir peluru karet untuk senjata api laras panjang (bahu). Sementara peluru karet untuk senjata api laras pendek (genggam) sebanyak 49.000 butir. (Jubi/Timo) 

 

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PETUGAS LAPAS DIIZINKAN GUNAKAN SENJATA