BANK BI KONSULTASI PUBLIK REDENOMINASI RUPIAH

share on:
Konsultasi Publik Yang Digelar Bank Indonesia. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 2/5 (Jubi) – Guna menjawab pertanyaan masyarakat terkait redenominasi rupiah, Bank Indonesia (BI) perawakilan Papua dan Papua Barat bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih menggelar konsultasi publik.

Konsultasi publik yang berlangsung di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua dan Papua Barat, Kamis (2/5) tersebut dengan thema “Redenominasi Bukan Sanering”.

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Papua dan Papua Barat, Hasiholan Siahaan mengatakan, redenominasi adalah pengurangan jumlah digit pada pecahan mata uang tanpa mengurangi daya beli uang. “Redenominasi berbeda dengan Sanering. Sanering terjadi pemotongan nilai uang, sedangkan harga barang tetap dan bahkan cenderung meningkat, menyebabkan daya beli efektif masyarakat menjadi menurun,” kata Hasiholan Siahaan.

Menurutnya, alasan redenominasi mata uang suatu negara sangat bervariasi. Ada yang karena inefisiensi perekonomian, uang dengan nominal besar dipersepsikan bernilai rendah, alasan teknis akibat semakin banyaknya digit angka atau national pride yakni perasaan bangga masyarakat akan meningkat seiring dengan menguatnya nilai mata uang suatu negara.

“Dalam jangka panjang, redenominasi rupiah diharapkan dapat memberikan dampak positif begi perekonomian dan sekaligus memperkuat nilai tawar mata rupiah baik dalam lingkup nasional, regional dan bahkan internasional,” ujarnya.

Dikatakan, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam kerangka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Khususnya dalam jangka panjang MEA mengadopsi mata uang tunggal,” kata Hasiholan Siahaan. (Jubi/Arjuna) 

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BANK BI KONSULTASI PUBLIK REDENOMINASI RUPIAH