DANA GAPOKTAN DIGUNAKAN BUKA LAHAN 50 HEKTAR

share on:

Bupati Merauke dan Muspida sedang panen padi (Jubi/Ans)

Merauke, 2/5 (Jubi)Dana Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp. 500 juta, digunakan dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat di Kampung Enggal Jaya, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke untuk membuka lahan seluas 50 hektar beberapa bulan lalu.

Hasil kerja keras yang dilakukan masyarakat, sudah dapat dilihat dan dirasakan sekarang. Untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada masyarakat setempat agar terus memanfaatkan lahan yang ada, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka  didampingi Kapolres Merauke, Patrige Renwarin serta Dandim 1707, Dedi Hardono serta pejabat lainnya, melakukan panen perdana padi di kampung tersebut yang berlangsung, Kamis (2/5).

Dalam sambutannya, Bupati Merauke mengungkapkan, ketika dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappeda, hampir setiap ada kesempatan, berkunjung di kampung-kampung di Distrik Elikobel. Banyak sekali permasalahan yang ditemukan termasuk juga kesempatan bagi masyarakat untuk membuka lahan pertanian, tidak diberikan perhatian. Sehingga praktis yang kelihatan adalah hutan dan pohon yang tumbuh di sekitar perkampungan warga.

Padahal, lanjut Bupati Merauke, tanah di beberapa kampung termasuk juga di Enggal Jaya, sangat memungkinkan untuk pengembangan tanaman umur pendek seperti padi, jagung dan umbi-umbian. Olehnya, pemerintah melakukan kerjasama dengan pusat dan mendapatkan anggaran senilai Rp 500 juta. Dana dimaksud diatur oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke sekaligus  dimanfaatkan untuk pembukaan lahan di Kampung Enggal Jaya dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Terus terang, ketika saya datang pertama kali beberapa tahun silam, kondisi  beberapa kampung tersebut, sangat sulit dijangkau dan lahan pun jarang dibuka untuk kegiatan pertanian. Tetapi ketika melihat  tadi, hati saya sangat bergembira, lantaran hamparan luas itu, sudah menguning dengan padi yang segera dipanen,” katanya.

Bupati Merauke kembali mengingatkan kepada masyarakat  agar terus memanfaatkan lahan yang ada untuk  ditanami tanaman pertanian. Dengan kerja keras dan keringat sendiri, tentunya hasil yang diinginkan dan diharapkan, tercapai pula. “Yakin dan percaya kepada Tuhan, keringat dan kerja keras yang dilakukan, membuahkan hasil dikemudian hari,” ujarnya.

“Saya telah melakukan koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko serta Kepala Bulog agar harga besar harus tetap dipertahankan dengan kisaran Rp 6000. Jika ada yang datang dan membeli langsung di kampung ini, tentunya bisa mencapai Rp 8000. Pemerintah menjamin untuk tetap mempertahankan harga beras yang ada,” katanya. (Jubi/Ans)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DANA GAPOKTAN DIGUNAKAN BUKA LAHAN 50 HEKTAR