GINTING: LAUT DAN HUTAN, MASA DEPAN KITA

share on:
LONGGENA GINTING (twitter.com)

Jayapura, 9/5 (Jubi)Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia mengatakan, laut dan hutan adalah masa depan kita oleh karena itu, Greenpeace mendesak pemerintah untuk segera bertindak, memastikan perlindungan hutan.

“Laut kita dan hutan kita adalah masa depan kita. Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera bertindak memastikan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesi, termasuk memperpanjang waktu dan memperkuat kebijakan memoratorium konversi hutan,” ungkap Longgena Ginting di hadapan wartawan di Pelabuhan Peti Kemas Jayapura, Kamis (9/5).

Sekitar 10 persen hutan hujan dunia berada di Indonesia, lima puluh tahun lalu, 82 persen daratan Indonesia ditutupi oleh hutan. Namun satu dekade terakhir, angka itu menurun menjadi 48 persen. Hari ini, hutan hujan Indonesia dan spesies di dalamnya menghadapi tekanan beruntun dari deforestasi yang merajalela untuk perkebunan sawit dan kertas juga pertambangan.

Ginting berharap kepada semua sektor industri termasuk PT Freeport Indonesia khususnya yang beroperasi di Papua untuk segera menghentikan praktik-praktik yang merusak dan bergerak ke bisnis yang lebih berkelanjutan demi lingkungan, ekonomi dan masyarakat Indonesia.

Veralien Maloali, Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua mengatakan, pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat adat dalam rencana kebijakan, terutama sektor kehutanan, termasuk pengakuan atas hak masyarakat adat untuk menerima atau menolak berbagai perencanaan yang akan menghilangkan sumber penghidupan masyarakat.

“Perlindungan hutan bukan saja menyelamatkan satwa dan spesies di dalamnya namun juga memastikan masyarakat adat yang bergantung hidup pada kelestariannya memiliki masa depan bagi generasinya,” kata Veralien Maloali. (Jubi/Aprila Wayar)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GINTING: LAUT DAN HUTAN, MASA DEPAN KITA