PERSIPURA WASPADAI FAKTOR NON TEKNIS DI MALANG

share on:
Tim Persipura. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 9/5 (Jubi) – Menghadapi Arema Cronous diputaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (12/5) mendatang, Persipura mewaspadai faktor non teknis.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano mengatakan, dirinya berharap hasil akhir pertandingan kedua tim nantinya, ditentukan oleh pemain yang tampil di lapangan. Bukan karena ada faktor lain.

“Kita harap hasil akhir dalam pertandingan itu hanya ditentukan oleh 22 pemain yang berada di lapangan, bukan karena faktor-faktor non teknis lainnya. Kita hanya ingin junjung tinggi nilai-nilai fair play dan sportifitas. Kalah menang adalah 22 pemain dilapangan yang menentukan, bukan penonton ataupun wasit,” kata Tommy Mano, Kamis malam (9/5).

Menurutnya, tim manapun yang keluar sebagai pemenang dilaga mendatang harus diterima kedua pihak. Namun jangan sampai ada upayah dari tuan rumah meneror skuad Persipura, rasis dan sebagainya, guna mengganggu psikologis Boaz Solossa dan kawan-kawan.

“Jangan sampai ada upayah mempengaruhi psikologis pemain Persipura. Apalagi kalau sampai ada teriakan rasis. Itu kan tidak fair dan tidak sportif namanya,” ujarnya.

Terkait adanya isu yang menyebutkan karcis yang akan di jual pada laga Arema menghadapi tamunya Persipura melebihi kapasitas stadion, dikatakan Mano, jika memang hal itu benar, maka ada unsur kengajaan dari pihak Panpel.

“Kalau kejadiannya seperti itu kan berarti panitianya sengaja. Namun itu urusan mereka, tetapi aturan menegaskan bahwa mereka yang berada di area lapangan adalah bukan penonton. Penonton memiliki tempat khusus di tribun,” kata Tommy Mano. (Jubi/Arjuna)

 

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERSIPURA WASPADAI FAKTOR NON TEKNIS DI MALANG