RAINBOW WARRIOR SINGGAH DI JAYAPURA

share on:
Kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace di Pelabuhan Kota Jayapura (Jubi/Levi)

Jayapura, 9/5 (Jubi)– Rainbow Warrior, Kapal Greenpeace menyinggahi pelabuhan Jayapura, Kamis(9/5) untuk memulai perjalanan sebulan penuh di Indonesia. Tour kapal yang bertemakan ‘100%’ Indonesia: Bersama Melindungi Hutan dan Laut Kita’ mulai dari 9/5 hingga 10/6 mendatang.

Kapal Greenpeace disambut secara unik oleh arak-arak perahu nelayan dan pada saat yang sama, sekelompok penari menampilkan tarian tradisional Papua di Pelabuhan Jayapura. Tur ini akan menyampaikan pada dunia tentang kekayaan hayati Indonesia dan meminta pemerintah untuk segera bertindak memastikan hutan dan laut nusantara terlindungi.

“Rainbow Warrior sudah menjelajahi dunia sejak 1987 untuk berkampanye menyelamatkan bumi. Kehadirannya di Indonesia kali ini untuk menyaksikan langsung kekayaan alam yang luar biasa namun rapuh,” kaya Peter Willcox, Kaptena Rainbow Warrior di Pelabuhan Peti Kemas Jayapura, Kamis (9/5).

Perairan laut Indonesia adalah salah satu habitat pesisir dan laut yang paling beragam. Terumbu karangnya adalah yang terkaya secara alamiah di dunia dengan perkiraan 590 spesies karang keras yang terdata. Dalam terumbu ini bermukim beragam populasi ikan dan spesies laut lainnya. Paling tidak, terdapat 2.200 spesies ikan karang yang tercatat. Bagaimanapun, para ahli mengidentifikasi terumbu karang Indonesia sebagai salah satu tempat keanekaragamanhayati yang paling terancam dan dalam bahaya karena overfishing, polusi dan perubahan iklim.

Menurut Willcox, Indonesia adalah rumah bagi beberapa keanekaragaman hayati yang penting di bumi tetapi deforestasi dan penghancuran laut telah membuatnya terancam.

“Selama tur ini, kami akan mendukung komitmen Presiden SBY melindungi hutan dan akan meluncurkan kampanye laut untuk melindungi perairan Indonesia,” kata Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia.

Ginting berharap, kunjungan Rainbow Warrior ini akan mengilhami kemauan politik yang dibutuhkan untuk melindungi laut yang berharga dan merupakan bagian dari dunia dan memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat kebijakan memoratorium hutan.

Indonesia memliki 30 ribu spesies tumbuhan yang sudah terdata, lebih dari 3.000 mamalia, burung, reptile dan amfibi. Bersama dengan negara-negara lain di Kawasan Asia Tenggara, merupakan rumah bagi lebih dari 20 persenhewan, tumbuhan dan spesies laut. (Jubi/Aprila Wayar)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RAINBOW WARRIOR SINGGAH DI JAYAPURA