PENEGAK HUKUM STOP BOHONGI RAKYAT

share on:
Yulianus Mabel (Jubi/Mawel)

Jayapura, 10/5 (Jubi) – Kordinator Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Jayawijaya (FPPMJ), Yulianus Mabel mengatakan, pihak penegak hukum stop menipu rakyat Papua. “Penegak hukum berhenti menipu dengan slogan penegakan hukum dan pemberantasan koruspi,” katanya ke tabloidjubi.com di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (10/5). 

Yulianus mencontohkan komitmen awal Kapolda Papua Irjen Polisi Tito Kanavian yang menyerukan pemberantasan korupsi di Papua. “Tapi hingga saat ini hal itu belum jelas dan tidak ada kasus koruspi besar yang ditangani Polda Papua. Slogan pemberantasan korupsi  itu retorika belaka. Semua yang pernah terucap tak pernah terbukti satu pun,” katanya.

Menurut Yulianus lambannya penaganan kasus penyalangunaan bantuan Raskin dan ijasah palsu yangh melibatkan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo bisa menjadi contoh kurang beresnya penanganan kasus korupsi di Papua. “Sejauh mana penanganan kasus Raskin dan ijazah palsu yang kita laporkan sejak tahun 2011 lalu?” tanya Yulianus.

Menurut Yulianus, sudah dua tahun laporan penyalagunaan bantuan Raskin. Tapi pihak berwajib tak menangani secara serius. “Penegak hukum terkesan melindungi koruptor di Jayawijaya,” katanya.

Dengan bukti ketidakseriusan penegakan hukum itu, Yulianus mengatakan, pihak penegak hukum stop memainkan retorika bohong di hadapan rakyat Papua. “Stop lakukan pembohongan terhadap rakyat Papua tetantang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Jika retorika pemberantasan korupsi itu benar, penegak hukum harus usut tuntas kasus-kasus yang ada di Kabupaten Jayawijaya,” katanya. (Jubi/Mawel)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENEGAK HUKUM STOP BOHONGI RAKYAT