RAINBOW WARRIOR SIMPAN LIMBAH KOTOR

share on:
Pani Bartner Saat menjelaskan situasi kapal kepada wartawan (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 10/5 (Jubi)Unik dan canggih, itulah kesan pertama ketika melihat dari dekat kapal Greenpeace Rainbow Warrior ketiga yang diluncurkan pada 14 Oktober 2011. Dalam release yang dikeluarkan, Kamis, (9/5), Rainbow Warrior ketiga memiliki perlengkapan yang lebih baik, dibanding kapal-kapal Greenpeace sebelumnya.

Pembangunan kapal ramah lingkungan Raibow Warrior ini dibuat di Jerman. Desainnya di Belanda. Uniknya bisa menggunakan layar, namun bukan dengan cara manual, tetapi sudah sistem hydrolik. Kendatipun  memiliki mesin, namun hal itu digunakan saat cuaca tidak mendukung. Keunikan lain dari kapal Rainbow Warrior dimana penggunaan mesin dibangun dengan konsep ramah lingkungan.

Pani Bartner manajer kru pada deg Rainbow Warrior kepada wartawan, Kamis, (9/5) di atas geladak kapal mengatakan, dalam dalam jarak 12 mil dalam keadaan kapal bergerak, orang dapat mengakses wifi untuk kepentingan internet.

“Jadi kalau kapal ini jalan, boat yang keluar ambil gambar dia langsung bisa streaming di atas kapal. Kameraman yang dibawa, langsung  bisa meliput,” kata   Pani Bartner. Kapal dengan kapasitas 30 orang itu, untuk sementara ini masih memuat 17 orang  dan akan ditambah kru lagi sehingga maksimal 30 orang. Seluruh kru dari seluruh dunia. Sebelum benar-benar ditempatkan di atas kapal, harus melalui training untuk mendapat sertifikat.

“Mereka akan training dulu setelah mendapatkan sertifikat. Setelah training baru bisa naik di atas kapal Rainbow Warrior,” tutur Pani Bartner perempuan berkebangsaan Inggris itu. Dia menjelaskan, di atas kapal tersebut, ada dua volountir yang merupakan pemula. “Kalau volountir itu berarti pemula. Mereka dilatih di kapal ini,”ungkapnya.

Pani sendiri  bertugas merawat seluruh kelengkapan kapal.  Rainbow Warrior bisa menyimpan hingga 59 meter kubik air hitam dan kotor, sehingga bisa memastikan tidak ada limbah yang dibuang ke laut. Dilengkapi sistem penyaringan biologis kusus untuk membersihkan dan mandaur ulang air kotor. Selain itu layar juga digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.

“Jadi kami manfaatkan layar ini juga untuk pembangkit tenaga listrik. Jadi sangat ramah lingkungan. Ada juga yang menggunakan minyak, tapi 90 % non minyak,” katanya. Dia mengaku,  mereka melakukan perjalanan dari Australia selama satu minggu karena hanya menggunakan layar.

“Perjalanan dari Australia ke Papua memakan waktu  satu minggu. Kami dari Australia ke Papua dengan kecepatan 15 knot karena cuma menggunakan layar. Dibandingkan dengan mobil-mobil tapi kalau untuk kapal layar begini termasuk sudah standar,” ujarnya. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RAINBOW WARRIOR SIMPAN LIMBAH KOTOR