DARAH MASIH MENODAI TANAH PAPUA

share on:
Pdt. Alberth Yoku (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 21/5, (Jubi) – Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Alberth Yoku mengakui dalam kenyataannya sebagai warga gereja dan juga sebagai warga masyarakat, darah masih terus ditumpahkan dan mengalir menodai tanah leluhur kita, tanah Papua. Air mata penderitaan belum juga terhenti, nilai kemanusiaan di Indonesia dan terlebih di tanah Papua yang kita cintai
ini seakan tidak ada lagi harganya.
Hal itu dikatakan Pdt. Alberth Yoku pada momentum peringatan hari pencurahan roh kudus atau hari Pentakosta kedua yang digelar serentak di seluruh dunia, kususnya di 9 jemat Rayon A Klasis GKI Jayapura, Senin, (20/5) di Pantai Base G Jayapura-Papua.

“Hal ini terbukti dengan meningkatnya tindak kekerasan, penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih terus terjadi,”ungkap Alberth Yoku sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Matheus Adadikam.

Itu sebabnya kata Adadikam, satu-satunya perjuangan bersama  sebagai warga gereja dan lembaga agama serta semua pihak untuk menegakan keadilan dan kebenaran agar menjadikan Papua sebagai tanah damai masih terus diperjuangkan dan tetap menjadi harapan.
Pdt. Isak Nusy, M.Th dalam khotbahnya pada peringatan hari raya Pentakosta kedua itu mengatakan bahwa pentingnya masing-masing orang dari berbagai perbedaan suku, status sosial untuk disatukan menjadi saluran damai.

“Papua bisa menjadi tanah damai, itu dapat diwujudkan ketika kita aplikasikan tema agar roh kudus selalu mengikat kita dalam ikatan kasih,”ungkap Isak Nusy. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : Ab Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DARAH MASIH MENODAI TANAH PAPUA