TARGET POINT PERSIPURA DI LAGA TANDANG PEKANBARU DAN JAKARTA

share on:
Ekspresi El Capitano Persipura, Boaz T Solossa dan kawan-kawan usai mencetak gol kemenangan bagi tim bertajuk Mutiara Hitam.(Jubi/Nems)

Jayapura, 29/5 (Jubi)Boaz Solossa dan 21 rekannya Rabu(29/5) sore telah bertolak ke Jakarta dan selanjutnya ke Pekanbaru melawan PSPS. Pertandingan melawan PSPS dan Persija kelihatannya gampang diraih Boaz T Solossa dan kawan-kawan tetapi ingat sepak bola bukan matematika.Karena itu pelatih Persipura JF Tiago selalu mengingatkan agar pemainnya bekerja keras dan selalu meminta dukungan doa dari masyarakat di Tanah Papua

“PSPS Pekan baru kalau bermain di kandang selalu memberikan perlawanan yang berarti karena itu kita harus kerja keras untuk meraih poin sempurna,”kata JF Tiago, Rabu(29/5) sebelum berangkat ke Jakarta.

Dia menambahkan posisi klasemen PSPS memang jauh dibawah Persipura tetapi jangan menganggap remeh tim lawan. “Pengalaman melawan Pelita Bandung Raya sudah menjadi contoh di mana Persipura bermain seolah-olah seperti tim yang berbeda,”katanya seraya menambahkan target jelas mendapat point dan sekaligus menjaga jarak dengan tim-tim lainnya yang berusaha mengejar Persipura.  Pelatih yang baru saja merayakan Ultah ke 45 itu meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Papua karena tanpa doa-doa dari masyarakat Papua tim Persipura tak bisa mencuri point.

Kondisi finacial memang sangat menggangu bagi tim PSPS Pekanbaru Provinsi Riau yang terkenal dengan produksi minyak bumi dan CPO Sawit terbesar di Asia. Hal ini menyebabkan pelatih Mundari Karya dan beberapa pemain PSPS meninggalkan klub ini. Kapten PSPS M Isnaini dan pelatih Adrizal kini menjadi tulang punggung dan harapan masyarakat Pekanbaru. Pasalnya pertaruhan bergengsi antara klub papan bawah di zona degradasi melawan raksasa sepakbola dari Timur Indonesia, Persipura.

Ketua LMA- Port Numbay George Awi menilai Persipura kalau bermain di kandang justru sulit untuk berkembang dan mungkin karena beban psikologis yang tinggi untuk harus menang. Berbeda kalau bermain di laga tandang selalu bermain lepas tanpa beban dan selalu menang.

Usai bermain melawan PSPS Pekanbaru pada 1 Juni, selanjutnya Persipura akan ke Jakarta melakoni laga pamungkas melawan Persija Jakarta di Stadion Gelaora Bung Karno Jakarta. Persipura mengalahkan Persija Jakarta 1-0 lewat tendangan pinalti di Stadion Mandala.

Menghadapi Persija di Stadion GBU Senayan komposisi pemain Persija sudah berubah ada penambahan pemain baru. Pemain depan asal Kamerun Kenmogne yang berduet dengan Affandi sedangkan lini belakang ada Fabiano Beltrano dan Ismed Sofyan. Pelatih Persija Benny Dollo sendiri mengakui kalau  mental kalah sebelum bertanding Persija sudah mulai hilang.

Bagi Bendol hal ini penting agar bisa bermain lepas dan ini perkembangan yang baik sebab selama ini mereka selalu berpikir kalah saat masuk lapangan. Pelatih Persipura JF Tiago juga mengakui klub bertajuk Macan Kemayoran terus mengalami kemajuan setelah dibesut Bendol mantan pelatih timnas Indonesia. Apalagi lanjut JF Tiago semua pemain Persija itu punya pengalaman bermain mulai dari penjaga gawang, lini belakang, tengah dan depan.

Walau Persija pernah kalahkan Persipura pada musim lalu saat di Jogyakarta dan juga didepan pendukung Persipura. Tetapi Persipura sudah membalasnya di Jayapura dan tinggal menunggu pembalasan sesungguhnya dari Boaz T Solossa dan kawan-kawan di Stadion Bung Karno Senayan Jakarta, 4 Juni mendatang. Bukankah Boaz telah berujar dia dan teman-temannya tak mau lagi mengulangi kesalahan dan tidak mau gagal lagi.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TARGET POINT PERSIPURA DI LAGA TANDANG PEKANBARU DAN JAKARTA