“KARTINI KERITING” DI EXPREES AIR

share on:
Susan Anefa (kjiri dan Anice Rumbiak dua pramugari asal Papua yang bekerja di maskapai Exprees Air (Jubi/Roberth Wanggai)

Manokwari, 02/06 (JUBI)  – Pramugari maupun pramugara orang asli Papua di maskapai peberbangan di Indonesia memang sudah sering dijumpai, terutama di maskapai ‘pelat merah milik pemerintah terutama Merpati. Namun untuk di dunia penerbangan swasta jarang ditemui.

Dua perempuan Papua asal Manokwari Papua Barat, boleh berbangga. Keduanya direkrut di maskapai penerbangan Exprees Air, untuk bekerja di udara alias sebagai pramugari. Keduanya masing-masing, Susan Anefa asal Bintuni Papua Barat dan Anice Rumbiak asal Biak namun lahir besar di Manokwari-Papua Barat.

Keduanya baru saja bekerja sejak bulan Maret 2013. Tampil percaya diri di dalam kabin pesawat adalah hal baru dalam dunia yang baru digeluti 3 bulan itu. Saat tabloidjubi.com berusaha mewawancarai, keduanya enggan, karena difinalti oleh aturan.

“Harus minta ijin dulu ke pimpinan kami di depan (maksudnya pilot),” bilang Mely Nasution pramugari yang bertindak sebagai yang senior di penerbangan itu, Sabtu, (1/6) saat penerbangan dari Manokwari ke Jayapura.

Seketat-ketatnya aturan, berbagai cara ditempuh untuk menggali informasi di balik kesuksesan ‘kartini keriting’ itu. Salah satu yang dapat ditembus untuk diminta keterangan adalah, Anice Rumbiak.  Perempuan kelahiran 1 April 1994, itupun boleh membuka diri, kendati sedikit hati-hati karena harus melayani penumpang.

“Semua itu belajar, puji Tuhan, “ungkapnya membuka pembicaraan bersama tabloidjubi.com di kursi deretan akir atau paling belakang. Panjang lebar anak ketiga dari tiga bersaudara itu mengakui bekerja di udara, tidak ada kata takut, karena hal itu adalah sebuah resiko.

Ayahnya bermarga Rumbiak dan ibunya berdarah campuran darah Sentani (Wally) dan Biak (Wabiser) membuat dirinya memiliki darah campuran yang melahirkannya untuk tampil percaya diri.

Soal bahasa Inggris yang merupakan syarat mutlak untuk menjadi pekerja udara, Anice Rumbiak mengakui, ”Puji Tuhan, tidak ada masalah,” bilang Anice sembari tergesa-gesa akiri perbincangannya dengan tabloidjubi.com karena harus kembali menjalani tugasnya yang serba irit waktu, ruang dan tempat.

Dosen STT Is. Kijne Abepura-Jayapura, Pdt. Jhon Wanane menilai apa yang dilakukan Exprees Air adalah bentuk pemberdayaan dimana perempuan Papua diberdayakan.

“Harus memberikan apresiasi karena perusahaan ini rute penerbangannya adalah Papua, sehingga dia  pantas memberikan peluang kerja bagi putra-putri Papua yang bekerja di maskapai exprees air,” ungkap Wanane saat penerbangan dari Manokwari ke Jayapura, Sabtu.

Pengalaman tentang pramugari-pramugari di negara-negara dimana maskapai penerbagan yang pernah diikutinya, Wanane mengakui terlepas dari perusahaan merekrut pegawai untuk menjadi pramugari maskapai penerbangan, ada aturan yang dibuat oleh maskapai itu sendiri.

“Dan dari beberapa negara yang merekrut pramugarinya itu  kebanyakan bisa kita lihat ada keseimbangan antara kulit hitam dan kulit putih itu dalam rangka balance,” ungkap Wanane yang pernah menyaksikan fakta itu di Filipina, Jerman dan negara-negara Pasific termasuk Papua New Guinea (PNG).

“Misalnya Brasil maskapai penerbangan yang melayani route ke negara-negara Amerika Latin, Amerika dan Eropa. Di atas penerbangan itu pramugari berkulit hitam, tapi dia warga negara dari Perancis. Tapi ada direkrut dari negara-negara lain yang menjadi pramugari di maskapai penerbangan internasional,”ungkap lelaki yang menyelesaikan S2nya di Filipina itu.

Panjang lebar Wanane mengatakan di Indonesia ada pramugari orang Indonesia tapi bekerja di maskapai Catay Pasific, atau Lufthansa. Hal itu bisa terjadi karena prestasi dan jam terbang mereka yang tinggi.

“Sehingga ada penawaran maskapai yang routenya di Indonesia, itu ada  keterikatan dan direkrut dari pramugari-pramugari senior. Kalau kawasan Pacific kita kenal banyak pramugari dari PNG, Fiji, dari Samoa dan selain Samoa Timur atau Samoa Barat Sehingga mereka lebih banyak merekrut pramugari yang nota bene  perempuan dari negara-negara itu.

Mely Nasution mengakui kalau alasan merekrut pramugari asal Papua karena rute Exprees Air dari dan ke Papua, makanya ada kebijakan untuk rekrut pegawai udara itu. Dia membeberkan sebenarnya ada 3 pramugari asal Papua, masing-masing Nice Sada, Nelce Rumbiak dan  Susan Anefa. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “KARTINI KERITING” DI EXPREES AIR
  • Teminus Murib

    Mantap ningkatkan kesemangatanmu & sukses selalu

    View Comment
  • Yeromy J. Bembok

    Sukses Selalu Putri Cendewasih Papua

    View Comment