RUMAH GURU JADI PERMASALAHAN BESAR DI KAMPUNG

share on:
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Woelbuti, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Daniel Wangelo saat memberikan komentar (Jubi/Ans)

Merauke,  01/06 (Jubi) – Kepala Sekolah (Kepsek) SD Woelbuti, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Daniel Wangelo mengungkapkan, para guru mempunyai suatu keinginan sangat besar untuk bertugas di kampung-kampung. Hanya saja, permasalahan yang terjadi adalah ketika mereka datang bersama keluarganya ke tempat tersebut, justru rumah dinas belum ada sama sekali. Akibatnya, mereka pun tidak bisa bertahan lama untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana biasa.

Hal itu disampaikan Daniel dalam sesi tanya jawab pada kegiatan sarasehan pendidikan yang berlangsung di Gedung Vertenten Sai, Sabtu (1/6). “Saya ingin contohkan saja di Kampung Woelbuti. Disana hanya terdapat satu rumah dinas. Sementara harus ditempati oleh para guru lain yang telah berkeluarga. Dengan kondisi seperti demikian, mereka pun tidak betah untuk harus tinggal berlama-lama, apalagi hanya di satu mes yang telah ditempati keluarga lain,” ujarnya.

Secara umum, lanjut Daniel, para guru yang bertugas di kampung tersebut adalah pendatang. Dengan demikian, tidak mungkin harus tinggal di perumahan milik masyarakat setempat. Kalaupun tinggal, tentunya hanya beberapa minggu saja.  Karena yang dibutuhkan oleh seorang guru adalah ketenangan untuk bagaimana mempersiapkan materi saat mengajar nanti. Sehingga perlu adanya perumahan yang dipersiapkan khusus.

“Kami punya keinginan sangat besar untuk tinggal di kampung sekaligus mendorong anak-anak untuk harus sekolah. Tetapi jika fasilitas tidak dipersiapkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, otomatis guru pun tak akan betah tinggal di kampung. Persoalan rumah dinas adalah sesuatu yang sangat penting. Sehingga para guru bisa betah tinggal dan mengajar dengan baik,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN Tubang, Paulus Sarkol. Bagi dia, niat dan keinginan para guru adalah untuk memajukan pendidikan di kampung dengan mendorong anak-anak asli Papua agar harus sekolah. Tetapi perlunya diberikan fasilitas pendukung, terutama perumahan maupun kesejahteraan yang lebih baik lagi.

“Memang jangkauan ke Distrik Tubang, sangatlah jauh dan membutuhkan waktu dalam perjalanan. Terlalu banyak permasalahan yang ditemukan di kampung-kampung terutama kekurangan para guru. Anak-anak mempunyai semangat yang sangat tinggi untuk sekolah. Hanya saja, ketika mereka datang, para gurunya selalu tidak ada. Nah, persoalannya adalah, fasilitas yang masih sangat kurang terutama rumah dinas yang harus dipersiapkan,” tegasnya. (Jubi/Ans)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RUMAH GURU JADI PERMASALAHAN BESAR DI KAMPUNG