TERSANGKA PENYELEWENGAN 700 TON RASKIN BELUM DITAHAN

share on:
Kapolres Keerom AKBP Pajero,SH,MH (Jubi/Indrayadi TH)

Keerom 03/06 (Jubi) – Proses audit yang memakan waktu lama membuat tersangka kasus penyelewengan 700 Ton Raskin (Beras Miskin) di Distrik Skanto berinisial T hingga kini belum ditahan Polres Keerom.

Kepolisian Resort Keerom masih menunggu hasil audit dari BPKP yang nantinya dikirim ke BPK Pusat dan dilanjutkan ke Mabes Polri hingga ke Polda Papua dan Polres Keerom.

Mekanisme audit tersebut, membuat penahanan tersangka hingga kini tidak dapat dilakukan, sehingga pihak penyidik Polres Keerom masih  melakukan pengembangan lainnya bersamaan menunggu hasil audit dari BPKP.

“Hingga kini saksi yang diperiksa kurang lebih 10 saksi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom, terutama dari instansi terkait termasuk Bulog. Perindagkop, termasuk masyarakat dan kepala-kepala kampung.” kata Kapolres Keerom AKBP.Pajero,SH,MH kepada tabloidjubi.com di ruang kerjanya Senin (3/6).

Dari data Kepolisian Resort Keerom, Kasus penyelewengan 700 ton beras Raskin sesuai dengan hasil audit sementara, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 3.135.000.000, Sedangkan barang bukti yaitu dokumen-dokumen yang terkait dengan penyaluran Beras Raskin.

Pajero juga menambahkan sesuai dengan prosedur, setelah ada hasil audit, baru bisa melakukan upaya-upaya paksa. “Yaitu penahanan terhadap tersangka,”katanya

Seperti yang dilansir tabloidjubi.com (23/04), delapan kampung itu diantaranya, Kampung Arso III, Kampung Jaifuri, Kampung Arso IV dan Kampung Arsopura. Sedangkan satu kampung lainnya, yakni Arso XII Kampung Traimelyan telah mendapatkan raskin dalam empat triwulan di tahun 2012.

Arso V Kampung Wiantre, Arso IX Kampung Intaimelyan, Arso XIII Kampung Naramben, Arso XIV Kampung Wulukubun, dan Kampung Skanto mendapatkan Raskin triwulan pertama tahun 2012, sedangkan sisa tiga triwulan belum tersalurkan.

Setiap triwulan, raskin sebanyak 45 kilogram diberikan kepada setiap kepala keluarga (KK), yang disalurkan dari distrik ke kepala desa dan dibagi ke setiap RT/RW. Namun, tujuh kampung di Distrik Skanto tersebut belum sepenuhnya mendapatkan hak-haknya. (Jubi / Indrayadi TH)

 

 

Tags:
Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TERSANGKA PENYELEWENGAN 700 TON RASKIN BELUM DITAHAN