PAPUA MASIH IMPOR SAYUR DAN BUAH,INSTANSI TEKNIS DIMINTA KERJA KERAS

share on:

Jayapura,04/6(JUBI)- Tanah Papua walaupun memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk mengembangkan usaha pertanian skala besar, akan tetapi potensi ini tidak bisa dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Daerah dan pihak swasta di Papua, sehingga ketergantungan terhadap produk-produk pertanian dari luar papua masih tinggi, kondisi ini menjadi faktor penyebab rendahnya nilai tukar petani di Papua.

“Sayur-sayur masih didatangkan dari luar Papua, padahal kita punya sayur organik yang lebih sehat yang bisa didatangkan dari daerah pegunungan di wamena dan sekitarnya. Kita juga masih datangkan ikan dan daging dari luar Papua. Kondisi ini kurang menguntungkan, karena itu harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua,Drs.Elia Loupatty,MM ketika menyaksikan serahterima jabatan kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan Provinsi Papua, di gedung otonom kotaraja, beberapa waktu lalu.

Kata Loupatty, jika sayur-sayur yang dikirim dari luar Papua mengandung bahan pengawet, dan itu tidak baik untuk kesehatan. Karena itu produk pertanian lokal harus diandalkan, harus dikembangkan, dan para petaninya harus benar-benar dibina secara profesional.

Menanggapi pernyataan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Ir.Semuel Siriwa,MSi mengatakan bahwa ke depan, instansi yang dipimpinnya ini akan berupaya semaksimal mungkin menerapkan program-program yang akan meningkatkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan yang merupakan produk lokal masyarakat Papua.

“ Yang pasti kami akan terus berupaya untuk memperkecil impor semua komuditas pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura dan kita harapkan ke depan, kita bisa meningkatkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan lokal Papua, dengan demikian nasib petani kita juga bisa terangkat derajatnya,” ujar Semuel Siriwa di ruang kerjanya,Selasa(4/6).

Meski demikian, Semuel berharap kepada semua pihak di Papua, baik itu masyarakat yang mendiami bumi Papua dan pihak swasta diantaranya managemen hotel, restoran dan rumah makan agar menerapkan prinsip cinta produk lokal. Harus ada timbul kesadaran dari diri sendiri maupun kelompoknya untuk mencintai produk lokal, agar pertanian di Papua ini bisa bergairah.

“Kalau semua punya ambisi yang kuat terhadap produk lokal Papua, pasti petani akan termotivasi untuk menggarap lahan pertaniannya atau menggarap lahan kosong untuk ditanami sayur mayur dan buah-buahan, sehingga ekonominya juga akan meningkat, dan dengan sendirinya kesejahteraan petani juga akan terwujud,”tambah mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Puncak Jaya ini.(ab/jubi)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PAPUA MASIH IMPOR SAYUR DAN BUAH,INSTANSI TEKNIS DIMINTA KERJA KERAS