POLDA METRO HIMBAU SUPPORTER PERSIPURA TAK USAH NONTON LAGA PERSIJA VS PERSIPURA

share on:
Polda Metro melarang maka supporter Persipura mahasiswa Papua  se Jawa dan Bali tak akan bisa menyaksikan aksi Bochi dan kawan-kawan saat membikin gol.(Jubi/nems)

Jayapura, 3/6 (Jubi)-Media Officer Persipura Bento Madubun mengatakan hasil technical meeting jelang pertandingan Persija melawan Persipura , Panpel Persija bilang Polda Metro Jaya menghimbau Persipura agar melarang supporternya untuk datang menonton pertandingan Persipura vs Persija.

“Kami bingung dengan kondisi ini selama ini Persija tidak bisa gelar pertandingan home karena ulah pendukungnya.Tetapi pendukung Persipura  yang menanggung dosa yang dilakukan mereka,”katanya kepada tabloidjubi.com  Senin(3/6).

Dia menambahkan pelarangan ini sangat diskriminasi seharusnya tidak boleh terjadi karena melanggar Law of the Games sangat disayangkan kejadian ini.”Lebih baik Persija main sendiri dan undang semua pendukungnya,”kata adik kandung Ritam Madubun mantan kapten Persipura ini kesal.

Dia menambahkan dengan adanya pelarangan ini akan menimbulkan berbagai pertanyaan masyarakat Papua yang tinggal Tanah Papua dan di luar negeri khususnya di Australia, Papua New Guinea dan Belanda soal diskriminasi terhadap orang Papua yang hendak menyaksikan laga Persipura, bahkan bisa memicu reaksi pendukung Persipura.

”Ini jelas menunjukan kalau aparat Polda Metro Jaya tak mampu menjaga ketentraman warga negara termasuk orang Papua di seluruh Pulau Jawa dan Bali yang hendak menyaksikan laga Persipura vs Persija,”kata Bento Madubun.

Dia menambahkan Ogut Persipura Mania Jakarta akan mengkoordinir ribuan mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Pulau Jawa dan Bali akan mendukung Persipura di Stadion Bung Karno Jakarta.

“ Saya sangat menyesal atas keputusan Polda Metro Jaya karena sudah jelas masyarakat Papua di Jakarta dan se Jawa Bali akan datang ke Senayan. Bagaimana nantinya kalau mereka tidak dibolehkan masuk ke Stadion untuk menonton Persipura berlaga,”kata Madubun.

Ditambahkan pertandingan yang tadinya dijadwalkan pada sore hari dipindahkan ke malam hari dan pertandingan ini tidak mendapat siaran langsung dari TV One.

Dr Hinca Pandjaitan dalam bukunya berjudul Kedaulatan Negara vs Kedaulatan FIFA  mengatakan di Indonesia ternyata sistem Hukum FIFA (Lex  Sportiva dan Lex Ludica) tidak dapat secara mutlak dilakukan sepenuhnya terhadap penyelenggaraan  pertandingan sepakbola profesional. Sebaliknya  sistem hukum nasional Indonesia khususnya hukum pidana juga diterapkan.

Sebagai contoh, dalam buku tersebut ketika Kapolda Jawa Tengah menangkap dua pemain profesional dari dalam lapangan permainan saat melakoni pertandingan sepakbola profesional dengan tuduhan melakukan penganiayaan ringan karena dua pemain sepakbola saling berkejaran dan berusaha memukul satu dengan lainnya berdasarkan Pasal 351 KUH Pidana. Atas kejadian ini Komisi Disiplin PSSI memutuskan berdasarkan Kode Disiplin bahwa pertandingan tersebut dibatalkan karena adanya intervensi dari Kapolda Jawa Tengah.

Bukan hanya itu saja ada intevensi lainnya, dalam laga antara Persijap melawan PSIS Semarang pada 15 Februari 2009. Intervensi ini dilakukan dengan cara memberikan pengarahan langsung di dalam lapangan sebelum pertandingan dimulai di hadapan penonton, pemain, official dan perangkat pertandingan, dengan mengatakan,”….. untuk official, hakim, hakim garis dan pemain bermainlah dengan fair play.Jangan melakukan kekerasan pada saat bola mati.Kalau sampai melakukan kekerasan maka akan berlaku hukum pidana untuk saudara-saudara. Juga wasit dan hakim garis pimpinlah dengan seadil-adilnya dengan fair.Kalau ada kepemimpinan wasit dan hakim garis yang tidak fair, maka Polisi bisa mencurigai bahwa saudara itu ada apa-apanya. Dan hakim garis dan wasit juga bisa diperiksa karena kecurigaan kita.”

Atas intervensi itu, Komisi Disiplin PSSI juga memutuskan berdasarkan Kode Disiplin PSSI bahwa pertandingan itu tidak sah dan harus diulang.”Dengan demikian terjadi titik singgung dan benturan hukum antara sistem hukum FIFA(Lex Sprotiva dan Lex Ludica) dan sistem hukum nasional Indonesia(KUH Pidana),”tulis Hinca Panjaitan.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLDA METRO HIMBAU  SUPPORTER PERSIPURA TAK USAH  NONTON LAGA PERSIJA VS PERSIPURA