PERSIPURA TETAP WASPADA MENUJU JUARA

share on:
Juara Paroh musim sudah dilalui tinggal mempertahankannya hingga laga terakhir. Kemenangan bisa berakhir dengan mengulang sukses 2010-2011 tinggal kerja keras dan dukungan doa dari seluruh masyarakat Papua(Jubi/dam)

Jayapura, 5/6 (Juni)Mutiara Hitam masih mempertahankan rekor tak terkalahkan. Bayangkan dari 24 laga yang telah dilakoni Boaz T Solossa dan kawan-kawan, Persipura telah meraih 18 kemenangan dan enam kali hasil imbang.

Bahkan di depan pendukung The Jackmania dan Gubernur DKI Jokowi dan mantan Gubernur DKI Sutiyoso, tim berjuluk Macan Kemayoran kelihatan grogi menghadapi pasukan Jacksen F Tiago dalam laga di Senayan, Selasa(4/6). Ironinya laga pamungkas melawan tim ibukota, Polda Metro melarang supporter Persipura untuk menyaksikan Bochi dan kawan-kawan mempermalukan Persija.

Secara kasat mata, hampir sebagian klub-klub papan atas seperti Persija, Arema Indonesia, Sriwijaya FC  sudah dikalahkan Boaz T Solossa dan kawan-kawan. Tinggal nanti di Jayapura tim bertajuk Mutiara Hitam ini akan melawan tim Persib Bandung, Mitra Kukar dan Persisam Samarinda.

Pelatih JF Tiago sendiri selalu mengingatkan dalam laga tak ada klub papan atas maupun papan bawah semua lawan berat dan semua pertandingan adalah final. “Jadi butuh kerja keras dan tentunya dukungan doa dari masyarakat Papua,’ujar JF Tiago.

Tanpa dukungan doa, kata Jacksen jelas tim Persipura tak bisa berdaya dalam meraih kemenangan dalam tekanan sebesar apapun. Walau Kapolda Metro Jaya melarang, teriakan rasis berkumandang di Jakabaring atau di Kanjuruhan mujizat selalu ada bagi Boaz T Solossa dan kawan-kawan.

Walau demikian tampilan Persipura pada babak kedua saat melawan Persija di Stadion Utama Senayan mampu membalikan keadaan dari 1-2 babak pertama menjadi 3-2 suatu bukti kerja keras dan pengaruh ruang ganti.

“Tadi kelihatan sekali babak pertama kami bermain tidak lepas. Pemain kelihatan kelelahan. Di ruang ganti Lim Jun Sik, berteriak kepada rekan-rekannya yang lain jika kami masih bisa berbuat lebih,” ungkap Jacksen, dalam jumpa pers usai laga pamungkas melawan Persija.
Bahkan pelatih asal Brasil itu menambahkan pemain juga bisa berubah sikap dan bermain lebih fokus pada babak kedua.” Bersyukur, kami bisa memenangkan pertandingan,” kata pelatih asal Brasil itu.

Pelatih Jacksen juga memuji penampilan Boaz  dan kawan-kawan mampu menahan emosi dan tetap fokus pada permainan. Dua pemain mungil Persipura Ferinando Pahabol dan Lukas Mandowen masuk babak kedua merepotkan barisan pertahanan dan Pahabol mampu menjebol gawang Persija jelang menit terakhir.

Meski memenangkan pertandingan melawan Persija, Jacksen menilai  Persija telah menunjukan penampilan yang baik. Dia juga memuji  Kenmogne yang mampu melesakan dua gol dan melihat pergerakan Lam Hok Hei merepotkan Octavio Dutra, Bio Pauline dan kawan-kawan.

Pelatih JF Tiago menilai Arema menjadi salah satu yang bisa mengancam target Persipura keluar sebagai jawara ISL musim ini. Alasan coach JF Tiago karena Arema sebagai pesaing terdekat di bawah Persipura.

Menurut pelatih asal Brasil ini jika melihat perhitungan  poin maksimal dan melihat urutan Arema, ada kemungkinan mereka mampu mengoleksi 81 poin. “Dan kami belum mampu mencapai angka tersebut,” ujar Jacksen. Dia berandai saat ini Persipura punya poin 57 berarti kurang 24 angka lagi untuk mencapai point tersebut. Memang tim lain tidak masuk hitungan karena Arema saat ini tim terdekat di bawah Persipura dengan selisih point sembilan angka Arema 48 dan Persipura 57.

Kuncinya kata Jacksen, Persipura harus bisa lebih kencang lagi dalam mengumpulkan angka-angka bagi kemenangan Mutiara Hitam menambah satu bintang di kostum Merah Strip Hitam. Jangan terburu-buru mengejar bintang empat tapi tanda-tanda ke arah itu sudah jelas. Hanya saja pesan Benhur Tommu Mano Ketua Umum Persipura jangan mendahului kehendak Tuhan.(Jubi/Dominggus A Mampioper)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERSIPURA TETAP WASPADA MENUJU JUARA