DUNIA POLITIK PENGARUHI PARIWISATA

share on:
ilustrasi (google.com)

Jayapura, 5/6 (Jubi) – Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Kota Jayapura, Arief Sujatmiko, menilai masih minimnya dukungan dunia politik kepada kepariwisataan membuat informasi masih banyak tersimpan keanekaragaman potensi daerah.

“Contohnya publikasi media terhadap jumlah kunjungan dan lama wisatawan tinggal, serta pendapatan dari hasil pariwisata oleh pemerintah. Jika hal ini diketahui publik tentunya mereka akan lebih peduli. Sehingga pada akhirnya aspirasi keinginan masyarakat ini akan dibantu secara politik,” kata Sujatmiko ke tabloidjubi.com di Kantor Walikota Jayapura, Rabu (5/6).

Sujatmiko menambahkan, jika sektor pariwisata ini dimodifikasi dan dibentuk menjadi pola produk yang menarik dari suatu kota, kemudian dijual atau ditawarkan ke wistawan, tentunya akan membawa in come, yang besar bagi daerah setempat.

“Pariwisata itu rahmat bagi semua. Saat ini Kota Jayapura khususnya dan Papua umumnya, Pariwisata belum bisa dikatakan membawa rahmat bagi semua. Sebab masih terkungkung dengan politik will pemerintah dan minimnya dukungan dari segala pihak untuk mengembangkan pariwisata,” lanjut Sujatmiko.

Sujatmiko mengakui, ada beberapa item yang harus dipenuhi untuk membawa keberhasilan pembangunan keparisiwisataan daerah tidak hanya berpatok kepada fasilitas fisik saja yang harus ditonjolkan akan tetapi juga keberhasilan SDM-nya, serta regulasi khusus pengembangan pariwisata.

“Untuk itu, kami sudah memberikan pelatihan bagi guide lokal di kampung, sehingga adanya korelasi bisnis pariwisata yang saling menguntungkan dari hulu ke hilir. Sehingga tour guide Jakarta tidak bisa masuk seenaknya hingga ke kampung-kampung di Papua, jadi harus diserahkan kepada tour guide orang kampung,” tegasnya.

Terkait dengan pendidikan kepariwisataan di Papua, Sujatmiko merasa menyesal bahwa pendidikan di Papua lebih banyak condong ke tenaga teknis semata tidak ke pokok pemikir, perencana dan pengelola seperti Sarjana Pariwisata yang sangat minim jumlahnya. “Kami dari HPI Kota Jayapura juga akan memberikan sertifikasi lisensi nasional hingga internasional bagi tourguide, khusus di Papua,” tukas Sujatmiko.

Sementara itu, Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano mengatakan, jika penataan pariwisata Kota Jayapura ini juga bersinergi pemilik hak ulayat, dan beberapa kabupaten yang ada tentunya akan membawa keberhasilan peningkatan PAD.

“Untuk Kota Jayapura di bidang pariwisata, tidak hanya tempat tujuan wisata akan tetapi potensi-potensi seperti pantai-pantai yang cukup indah, situs jepang, serta aksesoris, batik port numbay dan kuliner harus digali dan dijual untuk dunia luar,” ujar Mano.

Mano juga mengakui dimana keindahan ragam rupa pariwisata di Kota Jayapura tidak kalah dengan beberapa daerah lain di Papua. Upaya ini akan menambah daya tarik pariwisata Papua jika saling bersinergi antara festival yang ada, seperti Danau Sentani dan Baliem, tinggal pemerintah duduk bersama membicarakannya,” katanya.

Masih adanya kendala, kepariwisataan ini diakibatkan belum adanya komunikasi yang komprehensif antara pemerintah dengan masyarakat hak ulayat setempat duduk bersama membicarakan kepariwisataannya.

“Saya minta di tahun anggaran 2013 dan 2014 ini segera direalisasikan, sehingga membawa rasa aman masyarakat Kota Jayapura untuk melakukan rekreasi di Kota Jayapura dan menambah PAD  yang cukup besar,” tukas Mano. (Jubi/Sindung)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DUNIA POLITIK PENGARUHI PARIWISATA