SUBANGKIT MENGUNDURKAN DIRI DARI PERSIWA

share on:
Tim Persiwa Wamena ketika berlatih di Stadion Pendidikan Wamena jelang laga melawan Mitra Kukar, Rabu (12/6). (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 10/6 (Jubi)Pelatih Persiwa Wamena musim 2012-2013, Subangkit resmi mengundurkan diri mengarsiteki tim berjuluk “Badai Dari Pegunungan” itu, terhitung sejak awal Juni 2013 atau sesudah laga away melawan Persija Jakarta yang berkesudahan 3-0 beberapa waktu lalu.

Manager Tim Persiwa Wamena, Agus Santoso menegaskan bahwa Subangkit telah resmi mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persiwa, setelah ada surat kepada pihak managemen.

“Ya betul, pelatih kepala yaitu Subangkit sudah resmi mengundurkan diri sejak laga away melawan Persija beberapa waktu lalu,” ujar Agus yang dihubungi tabloidjubi.com, Senin (10/6).

Menurut Agus, tempat kosong pelatih Persiwa Wamena dalam mengarungi sisa kompetisi ISL musim ini akan dipegang pelatih sementara yaitu Yanuar Hermansyah yang merupakan asisten pelatih Subangkit.

“Pelatih sementara ditangani Yanuar Hermansyah, sedangkan Pieter Rumaropen diberi kepercayaan membantu pelatih sementara karena yang bersangkutan dalam tahap hukuman dari PSSI,” kata Agus.

Sementara ketika dihubungi coach Subangkit mengakui, mundurnya dari kursi kepelatihan Persiwa lebih disebabkan karena dirinya merasa tak mampu mengangkat prestasi tim yang sedang “terpuruk” sejak putaran kedua ISL musim ini, di mana tim sering kali menerima hasil kurang memuaskan di laga-laga kandang maupun tandang.

“Saya merasa gagal membangun dan mengangkat tim dari kondisi yang terjadi saat ini,” tegas Subangkit. Selain itu Subangkit merasa dengan kondisi tim saat ini, dirinya menilai sulit untuk tim Persiwa berprestasi seperti yang dilakukan dua musim sebelumnya.

Meski begitu, Subangkit mengaku sangat berterima kasih kepada managemen yang telah mempercayainya menukangi Persiwa sejak awal musim ini menggantikan pelatih sebelumnya Gomes Olivera yang hengkang ke Persela dan kini melatih Persiram Raja Ampat.

“Dengan kondisi tim saat ini, saya rasa sulit untuk mengembalikan prestasi tim. Saya terus mendoakan Persiwa dapat meraih prestasi di sisa kompetisi musim ini,” ungkap Subangkit.

Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi tim Persiwa dalam mengarungi musim ini, dibayang-bayangi dengan minimnya financial yang dimiliki, sehingga baik hak-hak pemain maupun pelatih tak kunjung mendapat kejelasan dari managemen.

Meski sempat terlontar bahwa Asosiasi Bupati-bupati Se-Pegunungan Tengah Papua akan membantu tim Persiwa dalam bentuk dana sebesar Rp.1 Milliar per kabupaten, namun hal itu belum kunjung terealisasi.

Akibatnya, di sisa musim ini ada empat pemain asing masing-masing O.K Jhon, Vali Khorsandi, Kim Hyong Han dan Guy Junior Nke Ondoua sejak pulang dari Jakarta dan Pekanbaru tak bergabung lagi bersama tim.

“Keempat pemain tersebut masih berada di Jakarta dan mereka belum resmi keluar dari tim, meski sampai saat ini hanya Kim Hyong Han yang masih ada komunikasi dengan managemen,” tambah Agus Santoso selaku manager tim.

Meski dalam mengarungi sisa kompetisi ini hanya diisi pemain-pemain lokal asal Papua plus satu pemain asing asal Brasil berposisi sebagai striker yang baru direkrut pertengahan putaran kedua ini, namun diakui pemain senior Persiwa, Pieter Rumaropen hal itu tak mengurangi semangat rekan-rekannya.

“Meski kami tetap berharap Junior, O.K Jhon dkk tetap di Persiwa, namun saya yakin rekan-rekan apalagi para pemain muda yang ada saat ini bisa menyelesaikan kompetisi dengan hasil positif, apalagi ketika menghadapi Mitra Kukar di kandang sendiri, Rabu (12/6),” ucap Rumaropen. (JUBI/ISLAMI)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SUBANGKIT MENGUNDURKAN DIRI DARI PERSIWA