WARNING BUPATI MERAUKE PADA 18 KEPALA KAMPUNG YANG BARU DILANTIK

share on:

Merauke, Jubi (12/6)—Bupati Merauke, Romanus Mbaraka kembali melantik 18 kepala kampung di Aula Noken Sai, Rabu (12/6). Dalam pelantikan tersebut, berbagai penekanan diberikan kepada kepala kampung terutama orang Papua. Karena berdasarkan laporan, banyak kepala kampung selalu mabuk. Ini tidak boleh dibiarkan dan jika masih ada yang mabuk-mabukan, akan diberikan peringatan hingga pada pemecatan.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke dalam sambutannya di Aula Nokensai, Rabu (12/6). “Saya minta kepada Kepala Badan Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke, Fredy Talubun agar mengawasi dan memonitoring para kepala kampung. Jika ada laporan mereka mabuk, agar diberikan teguran melalui surat hingga tiga kali. Kalau teguran tak diresponi, diusulkan untuk dipecat,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Merauke mengatakan, khusus di kampung-kampung lokal yang didiami oleh orang asli Papua, jumlah penduduknya sangat kurang. Sementara dana yang diturunkan pemerintah, mencapai ratusan juta. Olehnya, diharapkan agar dapat digunakan dan atau dimanfaatkan dengan sebaik mungkin demi kesejahteraan dan kemakmuran warga setempat.
Diharapkan peran dari seorang kepala kampung untuk bagaimana merangkul dan membangun komunikasi secara baik bersama masyarakat. Untuk memanfaatkan dana tersebut, aparat kampung harus mengundang berbagai komponen di tingkat kampung sekaligus duduk bersama-sama dan membicarakan apa yang hendak dikerjakan.
“Saya dengar laporan dari masyarakat di Distrik Tabonji jika masih ada beberapa kepala kampung yang membuat dan merencanakan sendiri program kerja. Ini tidak boleh lagi dan instansi terkait harus segera melakukan penertiban. Masyarakat perlu diberikan ruang seluas-luasnya untuk bersuara dan merencanakan program kerja,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemerintahan Kampung dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke, Fredy Talubun mengatakan, para kepala kampung yang baru dilantik ini, adalah hasil pemilihan dari masyarakat sendiri. Tentunya masyarakat menilai mereka mampu dan bisa bergandengan tangan dalam membangun kampungnya sendiri. Apalagi dalam setiap tahun, dana ratusan juta diturunkan ke kampung. (Jubi/Ans)

 

 

Editor : Ab Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARNING BUPATI MERAUKE PADA 18 KEPALA KAMPUNG YANG BARU DILANTIK