KEBUTUHAN PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT PAPUA HARUS TERPENUHI

share on:
Seminar Nasional Petani Nelayan (Jubi/Alex)

Jayapura, 13/6 (Jubi) – Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mengatakan, kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Papua harus terpenuhi, karena hal ini sangat penting guna pembangunan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera.

“Sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional, khususnya kebijakan pembangunan Papua di masa kepemimpinan saya, maka pemenuhan dan penganekaragaman pangan harus tersedia secara berkualitas dalam jumlah yang terpenuhi dan dihasilkan secara terus-menerus. Hal ini sangat penting guna pembangunan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” kata Gubernur Lukas Enembe dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Papua Elia I.Loupatty saat membuka Seminar Nasional Pemanfaatan Teknologi Pertanian Spesifikasi Lokasi Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani-Nelayan dalam Rangka Pekan Daerah Petani-Nelayan, di Aula Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/6).

Selain harus terpenuhi, kata Elia, kebutuhan pangan harus mudah di akses dalam jumlah dan kualitas yang memadai di wilayah-wilayah pesisir, lembah dan pelosok pegunungan. “Ketahanan dan kemandirian pangan terlihat dari indikator peningkatan pola pangan harapan masyarakat. Meningkatnya pola pangan harapan mengidinkasi peningkatan penganekaragaman konsumdi pangan dan gizi oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, pada 2012, pola pangan harapan Papua sebesar 81,3. “Untuk itu, pola pangan harapan Papua di era kepemimpinan saya harus mencapai skor di atas 90. Pola pangan harapan tersebut memberikan indikasi positif  bagi ketahanan, kemandirian pangan serta kesejahteraan masyarakat Papua secara umum,” tambahnya.

Menanggapi itu, tegas Elia, sesuai dengan topik seminar nasional yakni akselerasi lokasi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani-nelayan, maka perlu diketahui, provinsi Papua memliki sumber-sumber pangan lokal yang sangat melimpah baik tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan dan perikanan.

“Potensi tersebut perlu dimanfaatkan dan dikembangkan guna ketahanan dan kemanusian pangan yang dampaknya pada kesejahteraan masyarakat di Papua bahkan di Indonesia. Namun tercapainya kondisi ketahanan dan kemandirian pangan di Provinsi Papua tidaklah terlepas dari inovasi dan adopsi teknologi dalam pengembangan usaha tani tanaman pangan, usaha tani hortikultura, usaha tani ternak, usaha perkebunan dan usaha tani-nelayan yang mampu memberikan dampak bagi peningkatan produksi dan produktivitas petani-nelayan,” tandasnya. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KEBUTUHAN PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT PAPUA HARUS TERPENUHI