POLISI SIAGA DI SPBU KOTA JAYAPURA

share on:
Polisi monitor kegiatan SPBU Entrop, Jayapura Selatan (Jubi / Indrayadi TH )

Jayapura, 18/6 (Jubi) – Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), aparat kepolisian disiagakan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Jayapura.

Dari pantauan langsung tabloidjubi.com di SPBU 84.991.03 Entrop Jayapura Selatan, sekitar enam petugas kepolisian terdiri tiga berpakaian dinas dan tiga berpakaian preman, sedang berjaga – jaga sejak pukul 10.00 WIT.

Aparat kepolsiain tersebut terus memantau dan bersiaga. Sekitar pukul 12.45 WIT alur kendaraan roda dua dan roda empat perlahan mulai menumpuk mengakibatkan antri di sekitaran SPBU tak terhindarkan. Namun durasi antri kendaraan ini hanya berlangsung setengah jam lamanya.

Kapolsek Jayapura Selatan, AKP. Y. Takamully menuturkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, mulai hari ini pihaknya telah menempatkan anggota ke SPBU hingga pengunguman kenaikan harga BBM dari pemerintah. “Kami sudah menempatkan personil, Baik yang berseragam maupun non berseragam. Untuk memonitor kegiatan pengisian BBM,” kata Takamully, Selasa (18/6).

Selain memonitor, pihak kepolisian sektor Jayapura Selatan juga telah menghimbau kepada kordinator SPBU untuk tidak menjual BBM kepada masyarakat yang menggunakan jerigen. “Pihak SPBU harus jeli, memperhatikan secara langsung konsumen yang menggunakan kendaraan. Diduga membawa penampungan dalam jumlah besar. Dan juga harus melihat dengan jeli para tangki-tangki pertamina saat melakukan pengisian, jangan sampai mereka sisakan setengah dan setelah itu buang ke tempat lain. Nah ini yang tidak kita inginkan,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Kota Jayapura itu.

Buhari, Penanggung Jawab SPBU 84.991.03 Entrop, kepada tabloidjubi.com menjelaskan, hingga kini pihaknya belum menerima pengumuman dari Pertamina Jayapura mengenai harga BBM.

Disinggung dampak apa yang terjadi jelang keputusan kenaikan harga BBM, Buhari mengungkapkan, selama ini yang terjadi antrinya pembeli, tapi pihaknya tak melayani pembeli yang menggunakan jerigen.

“Biasanya jika ada perubahan harga atau kenaikan harga secara otomatis akan ada pengantrian. Sehingga ada petugas kepolisian yang diutus untuk mengantisipasi kondisi itu. Sejak beberapa jam yang lalu polisi berjaga-jaga di SPBU ini. Sehari sebelumnya polisi berpatroli di sekitar SPBU,” ungkap Buhari ke tabloidjubi.com, Selasa  (18/6). (Jubi/Indrayadi TH)

 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLISI SIAGA DI SPBU KOTA JAYAPURA