PEMBELIAN PESAWAT TUNGGU PENYELESAIAN ADMINISTRASI

share on:
Ilsutrasi (IST)

Jayapura, 23/6 (Jubi) – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan DPR Papua membeli pesawat jenis Twin Oter guna melayani masyarakat di wilayah terpencil masih menunggu penyelesaian administrasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua.

Komisi D DPR Papua yang membidangi infrastuktur dan pertambangan mendorong Dishub Provinsi segera menyelesaikan administrasi pembelian pesawat itu. Ketua Komis D DPR Papua, Yan Mandenas mengatakan, Gubernur Papua, Lukas Enembe telah menyetujui rencana pembelian pesawat. Tahap pertama rencananya sebanyak lima unit dan dana yang telah disediakan sebesar Rp. 15 miliar untuk pembayaran uang muka.

“Dananya bersumber dari APBD Provinsi Papua. Komisi D  DPRP  dan Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan koordinasi dan membahas rencana  jangka  panjang yakni 10  unit pesawat. Pesawatnya baru dan langsung dari Kanada. Kami mendorong Kepala Dinas Perhubungan segera menyelesaikan proses administastrinya karena  Gubernur pada prinsipnya menyetujui,” kata Yan Mandenas ketika dikonfirmasi, Minggu (23/6).

Menurutnya, lima unit tahap pertama pelunasannya bisa tiga sampai empat tahun dan uang muka sekitar Rp. 13-13,5 miliar. Harga perpesawat sendiri sekitar Rp. 60 miliar. Pihaknya berharap agar rencana pembelian pesawat itu kembali molor karena target awal direalisasikan pada Maret lalu sementara sekarang sudah bulan Juni. Apalagi anggaran sudah tertsedia.

“Jadi minimal akhir Juli sudah bisa dilakukan  proses negosiasi awal dengan pabrik pesawat Twin Other di Kanada. Sekarang surat yang kami tunggu adalah persetujuan kontrak berjamaah dari Gubernur. Tinggal menunggu  administrasinya diselesaikan oleh Dinas Perhubungan  Papua dikoordinasikan dengan Badan Pengelolah Keuangan Daerah untuk diserahkan ke Gubernur guna ditandatangan karena ini proyek multi years,” ujarnya.

Dikatakan Yan, pesawat tersebut akan melayani masyarakat di daerah terpencil wilayah pemekaran baru. Sasarannya  bandara  perintis. Lima unit pesawat yang akan dibeli pada tahap pertama nantinya berhome base di beberapa wilayah Papua seperti Nabire, Wamena, Merauke dan Jayapura.

“Pesawat Pemda itu guna mengatasi  kesulitan masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara di daerah terpencil. Kita harap adanya pesawat pemerintah nantinya bisa menekan harga sehingga masyarakat ekonomi lemah akan lebih mudah menjangkau dan menggunakan jasa  transportasi udara ini. Sumber Daya Manusia yang akan mengoperasikan pesawat, pemerintah bisa bekerjasama dengan perusahaan penerbangan swasta yang berpengalaman guna terlibat langsung mengelolah manajemen pesawat dan menyiapkan SDM secara bertahap,” kata Yan.

Sebelumnya beberapa hari lalu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Bambang Sismanto mengatakan, Pemprov Papua sedang menyiapkan administrasi untuk proses tender dan juga administrasi perjanjian penyediaan dana antara DPR Papua dan pemprov.

“Sudah disiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan. Kita harap nantinya pesawat itu bisa membantu masyarakat yang ada di pedalaman, khususnya Pegunungan Tengha karena saat ini hanya ada tiga pesawat subsidi untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua,” ujar Bambang Sismanto. (Jubi/Arjuna)

 

Tags:
Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMBELIAN PESAWAT TUNGGU PENYELESAIAN ADMINISTRASI