PANPEL BARITO DIANGGAP TAK PROFESIONAL

share on:
Persipura Saat Latihan di Stadion Mandala. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 24/6 (Jubi) – Pihak Persipura menilai Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Barito Putra tidak profesional menjelang laga kedua pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Demang Lehman, Martapura, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Selasa (25/6).

Media Officer Persipura, Bento Madubun mengatakan, Panpel Barito Putra tidak mengijinkan Persipura melakukan uji coba lapangan, Senin (24/6) pagi.

“Panpel telah menetapkan Persipura latihan sore hari, dan pagi hari digunakan oleh tim tuan rumah, Barito Putra. Padahal sebelumnya, pelatih kepala Persipura, Jacksen F Tiago, telah menyampaikan kepada LO tim tamu, Persipura ingin dan memilih untuk uji coba lapangan, Senin pagi,” kata Bento Madubun via telepon selelurnya kepada tabloidjubi.com, Senin (24/6).

Namun menurutnya, jawaban dari Panpel ternyata diluar dugaan, mereka bersikeras melanggar aturan manual liga dan tetap memaksa Persipura uji coba lapangan pada sore hari. “Ini tempat kami jadi kami yang menentukan jadwalnya,” ujar Bento menirukan kata-kata Ketua Panpel Barito, H. Jumadri ke pihak Persipura.

Menurutnya, pagi tadi (Senin, 24/6), Panpel Barito kembali merubah keputusan mereka dan mempersilahkan Persipura uji coba lapangan pagi hari. Sayangnya jadwal telah diisi tim tuan rumah. Saat Persipura tiba di stadion, tim Barito sedang latihan. Persipura harus menunggu hingga Barito selesai dan matahari sangat panas.

“Ini yang kami anggap tidak profesional, harusnya ketua Panpel Barito tanya ke pelatih Barito. Apakah saat mereka ke Jayapura kami perlakukan seperti itu? Kami tahu aturan dan tidak mencoba melanggar aturan itu. Hak tim tamu itu sudah diatur dalam manual  liga, manual c pasal 10 ayat 6 dan 7 sangat jelas mengatakan bahwa tim tamu yang berhak menentukan jadwal uji coba lapangan,” kesal Bento Madubun.

Bento menilai, ada dua alasan pihak Panpel Barito melakukan hal tersebut. Pertama mereka tidak tahu aturan, dan yang kedua mereka sengaja untuk mncari kemenangan dengan mengganggu psikologi dan emosi tim Persipura.

“Namun jika memang mereka tidak tahu aturan sebaiknya tidak perlu berlaga di ISL, karena ini liga profesional dan ada aturan di liga ini. Tapi kalau meraka sengaja lakukan ini berarti mereka mencoba menghalalkan segala cara untuk menang. Ini unfair, dan sangat jauh dari nilai fair serta sportifitas. Sangat jelas ini tdk profesional, tidak layak berkompetisi dan tidak menunjukkan sebuah kedewasaan dalam berkompetisi, semoga mereka puas dengan apa yang merek lakukan,” ujar Bento Madubun.

Sementara itu pelatih Persipura,  Jacksen F Tiago mengatakan, dua pemain ‘Mutiara Hitam’ Gerald Pangkali dan Ferinando Pahabol kemungkinan belum bisa dimainkan dilaga melawan Barito Putra karena cedera yang dialaminya. Sementara gelandang asal Korea Selatan, Liem Jun Sik dipastikan tak bisa dimainkan karena akumulasi kartu kuning.

” Gerald Pangkali dan Ferinando Pahabol kemungkinan belum bisa dimainkan. Sementara Lim Jun Sik juga terkena akumulasi. Pemain lain yang masih ditunggu kondisinya hingga besok adalah Ricardo Salampessy. Kami juga akan mendatangkan Ricky Kayame untuk melapis pemain yang ada,” kata Jacksen F Tiago via pesan singkatnya, Minggu malam (23/6). (Jubi/Arjuna) 

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PANPEL BARITO DIANGGAP TAK PROFESIONAL