UNCEN IJINKAN APARAT MASUK KAMPUS

share on:
PR III Uncen Paul Homers (Jubi/Timoteus)

Jayapura, 1/7 (Jubi) – Sebanyak dua truk aparat kepolisian dari Polda Papua memasuki kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Waena, Kota Jayapura, Papua, pada pukul 09.00 WIT, Senin (1/7). Menurut informasi yang didapat, aparat kepolisian memasuki areal kampus atas persetujuan pihak Uncen.

Aparat masuk. Mereka memang tidak melanggar aturan tetapi katanya atas persetujuan lembaga. Dua truk Dalmas Polisi dan anggotanya dengan pakaian lengkap. Kami kecewa dengan lembaga,” kata Septi Meidodga, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Uncen ke tabloidjubi.com, saat ditemui di Gapura Kampus Uncen Waena, Kota Jayapura, Senin (1/7).

Menurut Septi aparat kemanan memasuki areal kampus karena diduga mahasiswa akan melakukan demo. Namun, kata dia, pihaknya memang melakukan demo terkait kebijakan kampus Uncen, tidak ada kaitannya dengan momen 1 Juli, yang oleh sebagian warga dikenang sebagai hari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Humas Polda Papua, Kombes Polisi I Gede Sumerta Jaya tidak mengetahui insiden tersebut. Namun, ketika dikonfirmasi tabloidjubi.com, menurut dia, tidak ada tempat yang tidak boleh dimasuki polisi. “Coba saya chek dulu. Tapi sebenarnya tidak ada tempat yang tidak boleh dimasuki polisi,” kata Kombes Polisi I Gede melalui pesan singkatnya, Senin (1/7) siang.

Pembantu Rektor III Uncen Paul Homers ketika ditemui media ini di Gapura Kampus Uncen Waena mengatakan, tidak ada aparat (polisi) yang memasuki wilayah kampus. “Mereka tidak masuk ke atas (kampus Waena). Aparat tahu tugasnya. Kami sudah berkordinasi dengan mereka,” kata Paul Homers.

Sebelumnya dikabarkan media ini, Purek III Uncen, Paul Homer mengaku, pihaknya yang mengijinkan aparat masuk kampus. “Aparat masuk kampus ini kan sebenarnya mereka tidak masuk ke atas, mereka tidak menyisir. Sekarang kalau menjawab persoalan manusia bertopeng ini, siapa yang mau menjawab,” tegas Paul menanggapi demo mahasiswa. Dia mengaku, pihaknya telah meminta kepolisian berpakaian preman masuk untuk mengontrol keberadaan kelompok manusia bertopeng. “Kita meminta aparat kepolisian berpakaian preman masuk untuk setiap hari patrol naik turun, tapi kamu larang. Ini kesalahan siapa yang kemarin tolak-tolak itu,” ujarnya.

Lanjut dia, pihaknya juga sudah membangun koordinasi yang baik dengan aparat keamanan. “Koordinasi kami dengan aparat sudah bagus, supaya pake pakean preman naik urus itu manusia bertopeng,” ujarnya lagi. Paul menuding, demo mahasiswanya melindungi kelompok manusia bertopeng. “Kalau sudara melindungi kelompok manusia bertopeng, berarti anda masuk dalam kelompok itu. Terus terang saya kasih tahu itu. Ini bukan dari luar,  ini orang dari sekitar kampus yang masuk. Jadi, orang itu saya tidak perlu sebut,” tegasnya. (Jubi/Timoteus Marten)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  UNCEN IJINKAN APARAT MASUK KAMPUS