RATUSAN WARGA DEMO TUNTUT PEREDARAN MIRAS

share on:
Ratusan Warga non Papua Demo di Sentani (Jubi/Mawel)

Sentani, 3/7 (Jubi)Ratusan warga non Papua yang berdomisili di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua menggelar aski demo damai ke pemerintah setempat. Ratusan warga ini menuntut pemerintah melarang peredaran dan penjualan miras (miras) di wilayah ini.

“Kami minta pemerintah Kabupaten Jayapura menutup penjualan minuman keras di wilayah kabupaten Jayapura,” kata  salah satu pendemo dari atas mobil komando dengan mengunakan pengeras suara di lapangan upacara kompleks kantor pemerintah Kabupaten Jayapura di Gunung Merah, Sentani, Rabu (3/7).

Dalam unjuk rasa ini, warga meminta pemerintah setempat melarang penjualan minuman beralkohol. Pasanya, miras menjadi penyebab utama pembunuhan, pencurian dan ketidaknyamanan warga.

Pantauan tabloidjubi.com, pendomo itu diterima ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Boy Eluay SH, Wakil Bupati Jayapura, Drs. Robert Djoenso dan sejumlah anggota DPRD di ruang sidang dewan. Pemerintah memberikan tangapan positif atas tuntutan itu.

Pemerintah kabupaten Jayapura tidak bisa penuhi permintaan itu dalam waktu dekat. Karena, terkendala Perda (Peraturan Daerah) larangan penjualan miras belum ada. “Kami belum punya perda yang melarang penjualan miras kecuali restribusi, namun karena ini warga non Papua yang demo hari ini dan asli Papua sepakat larang penjualan miras. Karena itu, kita akan mendorong satu perda,” kata wakil bupati Kabupaten Jayapura, Rober Djoenso saat menerima pendemo.

Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Boy Eluay mendukung harapan pemerintah daerah itu dengan menghimbau kepada warga kabupaten Jayapura agar tidak menjual minuman keras sebelum ada izin . “Kami himbau kepada masyarakat  untuk tidak menjual minuman keras sebelum ada izin. Larangan ini untuk menghindari salah paham diantara masyarakat. Kami akan bahas ini dalam sidang paripurna,” kata Boy.

Setelah penyampaian aspirasi, warga melakukan long much dari Kantor Bupati menuju lapangan makam Theys. Aksi long macah itu membuat aktivitas kota Sentani lumpuh. Tokoh tokoh ditutup. Aksi loung much itu juga menyebabkan sebagian warga panik dan berlarian. “Wa, tadi semua orang berlarian. kami juga lari tingalkan barang belanjaan di toko,” kata Kornelis salah satu warga. Setelah long march, massa demo membubarka diri dengan tenang. (Jubi/Mawel)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RATUSAN WARGA DEMO TUNTUT PEREDARAN MIRAS