PERSIWA MENJAUH DARI JURANG DEGRADASI

share on:
Penalti Junior Oudara di menit akhir babak pertama memenangkan Persiwa atas Persidafon. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 15/7 (Jubi) – Persiwa Wamena kembali meraih kemenangan atas tamunya Persidafon Dafonsoro dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012-2013 yang berlangsung di Stadion Pendidikan, Wamena, Senin (15/7) malam.

Gol kemenangan Persiwa dicetak Junior Oudara di menit 45+1 babak pertama, melalui titik putih. Atas kemenangan ini, Persiwa semakin menjauhkan diri dari zona degradasi, sedangkan Persidafon masih berada di urutan 17 klasemen sementara ISL.

Sejak kick off babak pertama, kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan guna menyelamatkan diri dari jurang degradasi, mencoba mengambil inisitif menyerang.

Memperagakan permainan cepat dan menjurus keras, membuat pertandingan banyak pelanggaran yang dilakukan pemain dari kedua tim. Tuan rumah Persiwa yang mengandalkan duet Maxwel De Cruz dan Junior di lini depan, ditopang Paulus Hisage di lini kedua, belum mampu menembus pertahanan Persidafon yang dikawal Andri Ibo dan kawan-kawan.

Begitu juga dengan dengan tim tamu, dengan mengisi Pape Latyr Ndiaye dan Yohanis Nabar di lini depan serangan yang dilancarkan masih mentok dihadang Yesaya Desnam dan Agus Hendrawan yang mengawal lini belakang. Hingga memasuki injury time babak pertama di menit 45+1, wasit Iwan Sukoco terpaksa menunjuk titik putih untuk Persiwa, setelah Robert Elopere dilanggar bek Persidafon, Alaso.

Junior yang dipercaya sebagai algojo, tak menyia-nyiakan kesempatan dengan membobol gawang Markus Haris Maulana, 1-0 untuk kemenangan Persiwa yang bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, sejak menit awal pelatih Persiwa Mahmud Diono mengganti Robert Elopere dengan Ramadhan yang mengalami cedera, usai berbenturan dengan Alaso di babak pertama, lalu Paulus Hisage digantikan Joy Aroy dan Fernando Mote digantikan Robby Asamsu.

Pelatih Persidafon, Agus Yuwono pun melakukan pergantian pemain, kapten tim Eduard Ivakdalam digantikan Isak Oagai dan Alan Arthur menggantikan David Laly dan Javad Moradi digantikan Christian Warobay guna menambah kekuatan di lini tengah dan depan tim berjuluk “Laskar Gunung Cycloop”.

Persidafon yang tak ingin pulang dengan kepala tertunduk, mencoba keluar dari tekanan, dan di menit 50 babak kedua, Persidafon memiliki peluang melalui kaki pemain asia, Samuel Lim Nune setelah mendapat bola krosing dari David Laly namun sepakanya masih menyamping di gawang Persiwa yang dikawal Mario Reyaan.

Hingga 90 menit pertandingan, tak ada gol tambahan yang tercipta di babak kedua. Skor 1-0 untuk kemenangan Persiwa pun bertahan hingga wasit Iwan Sukoco meniupkan peluit panjang.

Usai pertandingan, pelatih Persiwa Mahmud Diono mengakui bersyukur atas raihan poin maksimal di kandang sendiri, meskipun secara permainan timnya belum menemukan bentuk yang diinginkan. “Dari segi permainan kami masih belum puas dan akan terus membenahi,” ungkap Mahmud.

Apalagi diakui Mahmud Diono, bentuk permainan yang diinginkan harus segera ditemukan karena pada laga home berikutnya akan menjamu Persipura Jayapura. “Kemenangan jelas menjadi target kami apalagi bermain di kandang sendiri, makanya dengan jeda waktu yang cukup panjang ini kami akan persiapkan tim sebaik mungkin,” tambah Mahmud.

Disisi lain manager tim Persidafon, Giri Wijayantoro mengaku kecewa dengan hasil yang diperoleh timnya, terutama mengenai kepemimpinan wasit yang dinilai tak pantas memimpin pertandingan di ISL.

Pasalnya diakui Giri, tim Persidafon sangat dirugikan oleh kepemimpinan wasit Iwan Sukoco yang tidak memberi beberapa pelanggaran terhadap pemain tim tamu yang menurutnya jelas-jelas merupakan pelanggaran. “Kami kalah tapi terhormat, jadi jangan jadikan sepak bola untuk ketidakadilan,” tegasnya. (Jubi/Islami)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERSIWA MENJAUH DARI JURANG DEGRADASI