DISDIKPORA PAPUA KLAIM BELUM TAHU MODEL KURIKULUM 2013

share on:
Kepala Disdikpora Papua, Elias Wonda (Jubi/Alex)

Jayapura (18/7) — Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Papua Elias Wonda mengklaim, hingga kini belum melihat model atau bentuk dari kurikulum 2013. Untuk itu, kurikulum baru tersebut belum diterapkan di semua sekolah yang ada di Papua, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Umum/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMU/SMK).

“Saya belum lihat model atau bentuk kurikulum 2013, karena dari pusat belum kirim kesini bentuknya bagaimana. Biasanya, dari pusat mereka bagi ke provinsi, provinsi ke sana dilatih dulu, dikirim balik ke provinsi, provinsi bagi lagi ke kabupaten, baru kabupaten bagi ke sekolah sekolah. Jadi sampai sekarang belum,” kata Kepala Disdikpora Papua Elias Wonda kepada wartawan, di Jayapura (18/7).

Dia menilai, untuk penerapan kurikulum baru tersulit di wilayah kabupaten yang baru dimekarkan. Hal ini diakibatkan beberapa hal seperti keterbatasan guru, sarana prasarana, dan keterbatasan kemampuan siswa atau murid untuk menerima kurukulum baru tersebut.

Dia mencontohkan, metode pengajaran maupun buku-buku yang digunakan sudah sangat tertinggal dengan daerah lain. “Ini yang akan kita dorong untuk bagaimana dicari solusinya,” tambahnya.

Meskipun provinsi mengkalim belum melihat model kurikulum 2013, tapi 13 sekolah di Kota Jayapura yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan dalam melaksanakan kurikulum baru, sesuai dengan amanat Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang serempak memberlakukan kurikulum 2013 menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Tiga belas sekolah itu diantaranya, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 4 sekolah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 4 sekolah, Sekolah Menegah Atas (SMA) berjumlah 2 sekolah dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) sebanyak tiga sekolah. Semua sekolah  ini jadi contoh,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert J. Betaubun.

Menurut Dia, perubahan kurikulum ini telah dibarengi dengan sosialisasi dan pelatihan selama seminggu. Pelatihan dan sosialisasi tidak  hanya melibatkan guru bidang studi masing-masing-masing, akan tetapi para kepala sekolah yang ada di seluruh Kota Jayapura juga dilibatkan.

“Hal ini untuk mendorong pelaksanaan Kurikulum 2013 nantinya di sekolah sasaran, selain sekolah pilot project yang telah disebutkan diawal,” ujarnya.

Dikatakannya, pada 2015 mendatang, pihaknya akan menargetkan 100 persen semua akan selesai implementasinya di semua jenjang pendidikan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, Saul Bleskadit menjelaskan, kurikulum 2013 untuk membangun peradaban bangsa. Di mana kurikulum ini akan menekankan pada dua basis mendasar, yakni kreativitas dan moral.

“Penekanan pada basis kreativitas akan menimbulkan suatu keterampilan, sementara moralitas akan membentuk sikap dan karakter para siswa,” kata Bleskadit

Dia menambahkan, semua perangkat mulai dari buku hingga SDM telah dipersiapkan. “Tentang buku siswa dan guru, telah terdistribusi ke semua sekolah sasaran masing-masing. Hanya saja, ada beberapa kabupaten yang telah sampai dan ada pula yang terkendala  pendistribusiannya,” ujarnya.(Jubi/Alex)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DISDIKPORA PAPUA KLAIM BELUM TAHU MODEL KURIKULUM 2013