KONI NGOTOT PORPROV, WAGUB INGIN MUSORPROV

share on:
Wakil Gubernur Papua, Klemen TInal (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 18/7 (Jubi)  – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) semakin dekat tanggal pelaksanaannya, yakni Oktober 2013. Ironisnya, justru pemerintah provinsi dan KONI Papua tak sejalan. KONI Papua di bawah kendali Ketua Hariannya, HE. Mackbon, tetap mengagendakan Porprov pada Oktober 2013 mendatang.

Persiapan untuk itu pihak KONI bersama panitia Porprov 2013 sudah menggelar beberapa kali rapat. Salah satunya rapat persiapan pertemuan dengan para ketua bidang pembinaan prestasi (Bipres) Pengkab/Pengkot cabang olahraga yang akan digelar, Senin, (22/7) mendatang di Jayapura.

HE. Mackbon mengatakan pertemuan dengan para Ketua Binpres masing-masing pengkab/pengkot cabang olahraga pada tanggal 22 Juli mendatang di Kota Jayapura, salah satu agendanya pendaftaran kepengurusan Pengkab/Pengkot cabang olahraga, nama atlet dan nomor pertandingan atau perlombaan pada Porprov I tahun 2013.

Ironisnya di tengah persiapan Porprov I, justru Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal bersikeras bahwa Porprov bukan sebuah urgensi. Dia menegaskan pada pendiriannya bahwa mestinya digelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov). “Kami sudah jelas pendirian, bahwa Musorprov  dulu, baru Porprov otomatis baru berjalan. Itu kalender kita yang selalu tidak jalan. Itu sudah kita bicarakan dengan KONI dan mereka juga datang ke saya,” kata Klemen.

Klemen juga mengatakan kalau dirinya sudah jelaskan dengan baik ke pengurus KONI Papua beberapa waktu lalu, namun tidak diindahkan. Bentuk pengindahan KONI atas arahannya itu menurut Klemen, yakni saat dirinya bertugas di luar daerah, pengurus KONI mendatangani gubernur.

“Dan saat itu gubernur memberikan catatan. Itu seolah-olah memberi kesan kepada mereka bahwa Pak gubernur itu mendukung. Saya tanya gubernur, beliau mengatakan bukan berarti, tapi Musorprov dulu, baru Porprov. Kalau mau sosialiasi silakan saja. Musdaprov sudah kita sampaikan di Musda PSSI baru lalu,” ungkap Klemen di Jayapura.

Menurut Klemen,  dalam Musorprov KONI nanti membicarakan visi misi olahraga di Papua, karena visi misi olahraga sekarang beda dengan dulu. “Visi misi hari ini bukan lagi seperti visi misi sebelumnya. Karena olahraga itu harus bersinergi dengan pemerintah provinsi, makanya selalu ex oficio ketua umum KONI itu Gubernur. Artinya apa, visi misi rencana strategi kita di olahraga itu nyambung,” katanya.

Klemen juga menegaskan sangat jelas visi misi mereka saat ini tetapi mengapa pengurus KONI saat ini tidak menggelar Musorprov. “Harus Musorprov dulu, supaya rencana strategi, program disesuaikan dengan rencana Provinsi 2020 itu kita bisa masukan sebagai suatu agenda. Ini yang mungkin saya rasa kita sudah cukup menjelaskan dengan bahasa. Tapi mungkin mereka ada berpikir tentang hal yang lain. Nanti kita bicara lagi dengan Pak gubernur supaya bisa berjalan olahraga, karena kita tidak bisa biarkan vakum. Karena visi pemerintah Provinsi sudah jelas,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Papua yang juga mantan Bupati Mimika itu mengakui, pemerintah Provinsi Papua dibawah kendali Lukas Enembe bersama dirinya sudah serius untuk memajukan olahraga di Papua, salah satunya menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON 2020. “Sampai kita ketemu presiden, Pak Menpora, untuk meminta kita tuan rumah. Kalau pemerintah sudah minta kita jadi tuan rumah PON 2020, maka KONI harus mempersiapkan dari aspek prestasinya. Jadi sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi. Dan ini harus diatur dalam program, program ini harus diputuskan melalui Musorprov. Ini hal yang sederhana tetapi kenapa diperlambat,” ungkap lelaki penghobi olahraga Golf itu. (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KONI NGOTOT PORPROV, WAGUB INGIN MUSORPROV