PEREKAMAN E-KTP DI MAMTENG SISTEM ‘JEMPUT BOLA’

share on:
Bupati Mamberamo Tengah, R. Ham Pagawak beserta Wakil Bupati ketika melakukan perekaman e-KTP di Distrik Kelila. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 18/7 (Jubi)Bupati Mamberamo Tengah, R. Ham Pagawak, mengatakan, perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di kabupaten yang baru beberapa bulan ini memiliki Bupati definitif itu akan terus digalakan, guna mengejar target di akhir 2013 ini.

“Sebagai warga negara yang hidup di Indonesia terutama di Mamberamo Tengah, ini program pemerintah dan wajib dilaksanakan. Ada hal-hal yang kami buat, yaitu bagi pegawai negeri itu wajib e-KTP dan juga masyarakat diwajibkan untuk dilaksanakan, karena suatu program untuk meringankan data nasional,” ungkap Bupati kepada wartawan di Kelila, Kamis (18/7).

Secara teknis, Kepala Dinas Kependudukan Mamberamo Tengah, Fedi Jitmau, SE, M.Si mengakui, sesuai dengan instruksi Bupati perekaman e-KTP ini akan dilaksanakan dengan sistem “Jemput Bola” ke setiap distrik.

Diakui Fedi Jitmau, perekaman e-KTP di Mamberamo Tengah sebenarnya sudah dimulai tahun 2012 namun belum maksimal, dimana yang telah terekam sekitar 535 penduduk sudah terekam di tahun 2012, tahun ini kami mengejar target dari pusat Mamberamo Tengah wajib e-KTP sebanyak 23.000 jiwa wajib KTP.

“Untuk itu, sesuai petunjuk Bupati agar Dinas Kependudukan kejar target untuk tahun ini agar turun ke setiap distrik mulai tanggal 15 Juli lalu dengan menjemput bola ke Kelila kurang lebih dua minggu kami ada di Kelila, lalu turun lagi ke empat distrik yang lain,” jelas Kadis Kependudukan.
Pasalnya, jika Dinas Kependudukan dan setiap distrik hanya menunggu masyarakat membuat e-KTP, di kota maju saja masyarakatnya kurang antusiasnya apalagi untuk di wilayah sulit, sehingga pihaknya harus jemput bola ke masing-masing distrik.

Ditambahkan, untuk tahun 2013 Dinas Kependudukan Mamberamo Tengah baru saja memulai. Kendala sendiri di lapangan, partisipasi masyarakat perekaman e-KTP karena mayoritasnya nasrani dimana angka 666 seperti ajaran kitab suci sedikit ketakutan untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Tapi kami coba masuk ke tokoh-tokoh agama yang ada, ketua klasis, gembala sidang untuk memberi keterangan kepada masyarakat bahwa ini merupakan kewajiban sebagai warga negara Indonesia memiliki e-KTP, karena sesuai amanat pemerintah pusat bahwa akhir tahun 2013 ini KTP nasional akan berakhir dan E-KTP akan berlaku,” tandas Jitmau. (JUBI/ISLAMI)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEREKAMAN E-KTP DI MAMTENG SISTEM ‘JEMPUT BOLA’