DEWAN ADAT MBAHAM-MATTA TUNTUT MOHAMMAD USWANAS TURUN DARI JABATAN BUPATI

share on:
Masyarakat adat Mbaham-Matta saat membacakan tuntutan (Jubi/Alex Tethool)

Fakfak, 22/07 (Jubi) – Masyarakat Adat Mbaham-Matta tuntut Mohammad Uswanas turun dari jabatan Bupati Fakfak, karena telah melecehkan adat dengan melarang pembangunan Kantor Dewan Adat.

Pernyataan tuntutan dibacakan Sekretaris Dewan Adat Mbaham-Matta, Engelberth Homba-Homba, dihadapan Bupati dan Wakil Bupati yang bersedia memenuhi undangan DPRD Fakfak, jumat (19/7) siang. Sebelumnya, pagi itu, Bupati Mohammad Uswanas menolak datang ke kantor DPRD Fakfak, namun akhirnya datang juga di siang hari.

Sebelum mendengar tuntutan Masyarakat Adat, Bupati Mohammad Uswanas, menyampaikan alasannya bahwa dirinya tidak tahu-menahu lokasi yang dilarangnya itu ternyata adalah lokasi pembangunan Kantor Dewan Adat Mbaham-Matta. Tidak ada koordinasi dan informasi dari Wakil Bupati terkait prosesi adat dan pemasangan batu pertama, selang dua hari sebelumnya. Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik membenarkan keterangan Bupati, lalu menjelaskan kronologi upaya pengadaan lahan untuk pembangunan Kantor Dewan Adat.

Selain itu, Bupati dikawal ajudannya pergi berbelanja di Pasar Ikan, tak jauh dari lokasi pembangunan Kantor Dewan Adat, lalu secara spontan Bupati menegur para buruh dan pengawas proyek ini.

Berikut adalah pernyataan tuntutan Dewan Adat Mbaham-Matta:
1. Kami Masyarakat Adat Mbaham-Matta Fakfak menolak dengan tegas perlakuan seorang pejabat negara yaitu Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, yang tidak etis dan melanggar aturan dan etika adat karena melarang proses pembangunan Kantor Dewan Adat Mbaham-Matta Fakfak.
2. Pada Hari Senin, 15 Juli 2013, telah dilakukan prosesi adat peletakan batu pertama dan seorang Wakil Bupati Fakfak telah meletakan Batu Pertama mewakili Pemerintah Kabupaten Fakfak yang pada sambutannya disampaikan bahwa setelah prosesi adat ini, tidak ada yang menghalangi dan melarang pembangunan Kantor Dewan Adat Mbaham-Matta Fakfak, tetapi Bupati bertindak seperti seorang preman (premanisme), pada Hari Rabu, 17 Juli 2013, di lokasi pembangunan Kantor Dewan Adat Mbaham-Matta.
3. Kami Masyarakat Adat Mbaham-Matta Fakfak selama kepemimpinannya tidak pernah merasakan dilindungi dan martabat jati diri kami diinjak-injak.
4. Kami Masyarakat Adat Mbaham-Matta Fakfak meminta segera meletakan jabatan Bupati karena sudah tidak pantas seorang Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, menjabatnya.
5. Untuk dan demi kehormatan Adat Mbaham-Matta Fakfak, kami Masyarakat Adat MbahamMatta Fakfak meminta DPRD Fakfak segera melakukan Sidang Istimewa untuk menurunkan Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, dari jabatan Bupati Fakfak.
6. Kami meminta Sidang Istimewa DPRD Fakfak dilaksanakan paling lambat sampai dengan Hari Senin, 22 Juli 2013, kalau tidak, maka Masyarakat Adat Mbaham-Matta Fakfak tetap akan duduki Kantor DPRD Fakfak sampai Drs. Mohammad Uswanas, M.Si meletakan jabatannya.

Pernyataan tuntutan ini kemudian diserahkan kepada pimpinan DPRD Fakfak, Sity Rahma Hegemur dan Tos Hehakaya. Disaksikan juga oleh Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Dandim 1706/PVT Fakfak, Wakapolres Fakfak, anggota-anggota DPRD Fakfak dan massa Masyarakat Adat yang memenuhi ruang Rapat Komisi DPRD Fakfak. (Jubi/Alex Tethool)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DEWAN ADAT MBAHAM-MATTA TUNTUT MOHAMMAD USWANAS TURUN DARI JABATAN BUPATI