PEMPROV PAPUA AKAN LAKUKAN OPERASI PASAR

share on:
Asisten II Sekda Papua, Elia Loupatty (Jubi/Alex)

Jayapura (22/7) — 17 hari menjelang hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan operasi pasar di sejumlah pasar yang ada di Wilayah Kota Jayapura. Hal itu dilakukan, guna menghindari adanya kenaikan harga yang tidak wajar.

“Pemerintah Provinsi akan melakukan operasi pasar jelang hari Raya Idul Fitri. Operasi  pasar tersebut akan berlangsung di beberapa pasar yang tersebar di beberapa titik Kota Jayapura dan sekitarnya,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Papua, Elia I. Loupatty kepada wartawan, di Jayapura, Senin (22/7).

Menurut Dia, sebenarnya operasi pasar secara tidak langsung sudah dilakukan oleh teman-teman di dinas terkait. Namun, operasi pasar kali ini, kemungkinan Gubernur Lukas Enembe yang akan memimpin langsung.  “Kami akan laporkan kepada bapak Gubernur, terkait dengan rencana operasi pasar ini,” tambahnya.

Dikatakannya, selain operasi pasar yang dilakukan di Kota Jayapura, tentu pemerintah tingkat kabupaten/kota juga akan melakukan operasi pasar di daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop) meminta para distributor untuk tidak menaikan harga barang jelang lebaran, terutama barang kebutuhan pokok yang tergolong stok lama.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kaleb Worembay mengatakan, himbauan ini adalah sesuai dengan hasil rapat antara pemerintah dengan para distributor barang yang ada di wilayah Provinsi Papua beberapa waktu lalu.

“Intinya para distributor tidak boleh menaikan harga barang terutama bagai barang stok lama. Tidak dinaikkannya harga barang, karena stok di gudang masih mencukupi hingga selesai lebaran,” kata Kaleb Worembay.

Meski begitu, ujar Kaleb, pihaknya tidak bisa membatasi kenaikan harga apabila stok barang baru. Karena pastinya mengikuti kenaikan biaya transportasi menyusul naiknya harga bahan bakar minyak.

“Kalau barang yang sudah lama di gudang, tidak mungkin. Kalau naikkan harga barang itu akan ditangkap. Karena kita sudah tau stok barangnya,  vakturnya jelas, transaksinya jelas itu sudah dengan harga yang lama. Kalau dinaikkan itu dengan konsekuensinya biaya yang timbul. Itu harus bikin pertanggung jawaban, kalau tidak kena sanksi. Daripada kena sanksi  pemerintah tidak akan datangkan barang,” tandasnya.

Menurut Dia, selama ini para distributor memberikan kontribusinya cukup baik. Tetapi jika kenaikan harga ada pada tingkat pengecer, itu merupakan hal yang wajar. Sebab pengecer dikategorikan dalam usaha kecil menengah. Dimana biaya terbesar ada di transportasi atau pengangkutan barang. Sehingga mengharuskan mereka untuk menaikkan harga jual barang agar mendapat keuntungan.

“Pastinya kita akan terus melakukan pemantauan tentang harga barang ini khususnya di tingkat distributor juga pengecer, dan nantinya akan dilaporkan hingga ke pusat. Secara keseluruhan harga barang di tingkat distributor sejauh ini masih cukup stabil,” katanya.(Jubi/Alex)

Editor : Ab Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMPROV PAPUA AKAN LAKUKAN OPERASI PASAR