PELABUHAN JAYAPURA SEMENTARA DIOPTIMALKAN

share on:
Pelabuhan Jayapura (Jubi/Alex)

Jayapura (31/7) — Mengingat saat ini adanya peningkatan volume arus masuk barang yang menggunakan peti kemas maupun kapal putih terutama menjelang perayaan hari raya Idul Fitri seperti saat ini, maka Pelabuhan Yos Sudarso Jayapura hanya akan di optimalkan saja.

“Sambil menunggu pelabuhan di Depabre selesai dikerjakan, untuk sementara Pelabuhan Jayapura akan dioptimalkan saja, karena kemungkinan pelabuhan container akan dipindahkan ke Depabre,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Bambang Siswanto kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (31/7).

Menurutnya, dengan adanya peningkatan keluar masuk arus barang di Pelabuhan Jayapura, sangat mempengaruhi kapasitas dan kemampuan layanan lapangan penumpukan peti kemas.

Untuk mengantisipasi volume aktivitas di pelabuhan Jayapura tersebut, lanjutnya, pemerintah berencana akan menimbun bagian sebelah kanan pelabuhan Jayapura (bekang) yang merupakan areal milik Kodam XVII/Cenderawasih.

“Masalah yang dialami saat ini keterbatasan lahan pelabuhan untuk menampung Box Container. Apalagi disaat menjelang perayaan hari raya lebaran maupun perayaan Natal. Sambil menunggu pelabuhan di Depabre selesai, untuk sementara Pelabuhan Jayapura dioptimalkan saja,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk menambah areal pelabuhan, jalan satu-satunya adalah melakukan penimbunan pada bagina kanan pelabuhan. Dengan demikian, rumah-rumah yang ada disekitar areal tersebut akan dibongkar semua. Namun, tentunya sebelumnya dilakukan lebih dulu koordinasi dengan kodam apakah dapat melepas tanah tersebut. Walaupun sebelumnya pihak Kodam siap melepas asal ada surat dari Gubernur secara resmi kepada Kasad.

“Tanah tersebut akan digunakan untuk jangka lima tahun kedepan, jika Depabre sudah selesai akan diperuntukkan bagi angkutan peti kemas,” jelasnya.

Ditambahkannya, sementara untuk pelabuhan Jayapura nantinya akan difungsikan bagi kapal penumpang atau kapal barang ukuran tertentu. Namun demikian, pihak swasta atau pemerintah dapat mengusahakan terminal peti kemas diluar pelabuhan sesuai aturan. Seperti PT. Pelindo telah bekerjasama dengan Lantamal X Jayapura membangun depo peti kemas di lapangan Lantamal.

Disamping itu, kata Dia, dengan adanya pembangunan Depo peti kemas diluar pelabuhan akan memberi peluang kepada swasta, karena jika peti kemas ditumpuk di dalam pelabuhan seperti sekarang akan membuat sirkulasi di dalam pelabuhan terganggu.

“Seharusnya peti kemas kosong tidak boleh ditumpuk di pelabuhan, jadi harus keluar pelabuhan. Sementara yang terjadi sekarang ini semua ditumpuk di pelabuhan, mengakibatkan sirkulasi di dalam pelabuhan kurang nyaman,” katanya.

Sebelumnya, General Manager PT. Pelindo Jayapura Agus Nasar mengaku, saat ini terjadi peningkatan 15 persen arus barang yang masuk dan keluar Pelabuhan Jayapura. Dengan jumlah peningkatan itu, perputaran uang di pelabuhan Jayapura telah mencapai milliaran bahkan triliunan rupiah.

Disamping peningkatan itu, ujar Agus, dengan sudah dimilikinya alat pengangkut peti kemas secara otomatis, tenaga buruh tak lagi dilibatkan secara penuh, namun pihaknya masih saja diminta untuk membayar upah buruh.

“Masalah yang kami sedang perbaiki adalah masalah pungutan-pungutan yang tidak jelas di Pelabuhan Jayapura, termasuk masalah pembayaran honor TKBM yang kenyataannya mereka tidak kerja lagi, namun tetap menerima honor dalam pengangkutan kontainer. Untuk itu, kami minta Gubernur Papua untuk membantu mengatasi masalah ini,” pinta Agus Nasar.(Jubi/Alex)

Editor : dominggus a mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PELABUHAN JAYAPURA SEMENTARA DIOPTIMALKAN