PERUSAHAAN DIMINTA PERHATIKAN KESEHATAN PEKERJA

share on:
Penyuluhan kesehatan kerja di Kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan di Hotel Rannu Jaya Wamena, Kamis (1/8). (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 1/8 (Jubi)Sesuai dengan aturan yang tertera di dalam peraturan mengenai ketenakerjaan, setiap perusahaan harus memperhatikan kesehatan kerja, sesuai dengan Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan dan Undang-undang nomor 1 Tahun 2007.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi SH, M.Hum mengatakan, tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang harus diberi perlindungan dari aspek kesehatan kerja, di dunia kerja tidak terlepas dari bahaya dan potensi ancaman yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan para pekerja.

“Pemerintah telah menetapkan kebijakan perlindungan tenaga kerja terhadap kesehatan kerja, sehingga setiap perusahaan harus mengikuti aturan tersebut, sehingga kondisi tempat kerja tetap sehat, aman dan nyaman yang nantinya akan bermuara pada meningkatnya produktifitas tenaga kerja,” ujarnya ketika membuka kegiatan penyuluhan kesehatan kerja di Kabupaten Jayawijaya yang dilaksanakan di Hotel Rannu Jaya Wamena, Kamis (1/8).

Diakuinya, kesehatan kerja juga terdapat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.“Pasal ini menegaskan bahwa selain mendapatkan pekerjaan, juga harus mendapatkan perlindungan aspek kesehatan yang layak kesehatan,” terangnya.

Sejauh mana implementasi peraturan tersebut di Jayawijaya, Marthin Yogobi mengungkapkan, pihaknya belum mendapat laporan dari pekerja. “Sampai saat ini, kami melihat hubungan pekerja dan pimpinan perusahaan baik-baik saja, karena kami belum mendapat laporan atau komplain karyawan jika perusahaan yang ditempatinya bekerja tidak memperhatikan kesehatan kerja,” paparnya.

Sementara itu menurut Kepala Seksi Pengawasan Perijinan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Melkyanus Bosawer, SE setiap perusahaan yang beroperasi di Jayawijaya perlu memahami aturan atau norma-norma kerja. “Di Papua ada kabupaten yang sudah menerapkan peraturan-peraturan dnegan baik, sedangkan di kabupaten pemekaran termasuk Jayawijaya masih minim, sehingga melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, kegiatan dalam perusahaan bisa berjalan baik,” tandasnya. (JUBI/ISLAMI)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERUSAHAAN DIMINTA PERHATIKAN KESEHATAN PEKERJA