DI PANIAI, MIRAS DIJUAL BEBAS

share on:
Musnahkan Miras di Enarotali (Jubi/Markus)

Paniai, 9/8 (Jubi) – Mencari keuntungan dari bisnis minuman keras (miras) di Kabupaten Paniai, agaknya sulit diatasi. Soalnya, oknum tertentu menjualnya secara bebas tanpa “dilirik” aparat keamanan. Padahal, beberapa waktu lalu ada larangan peredaran minuman keras yang ditandai dengan pemusnahan ribuan botol miras di Lapangan Karel Gobai Enarotali.

Tokoh Pemuda Paniai, Yan Pigai, Kamis (7/8) di Enarotali, menuturkan, “Bupati dan Kapolres sudah larang jual miras. Tetapi, masih banyak yang jual. Jualnya juga dengan bebas, aman-aman saja, tidak dirazia petugas. Ini maksudnya apa?. Kami minta, jangan pilih muka. Kalau razia, semuanya, jangan lain dibiarkan jual.”

Yan menilai larangan miras sangat baik dan seharusnya dilanjutkan. Kebijakan Bupati Paniai, Hengki Kayame melarang miras masuk dan beredar di Paniai, kata dia, harus direalisasikan.

“Baru-baru saya lihat ada orang bawa datang miras di Iyaibutu. Saya langsung sita dan bawa miras itu ke Polres Paniai. Ini tindakan saya, karena saya tidak mau Paniai hancur akibat miras,” ceritanya.

Menurut seorang Tokoh Intelektual Muda asal Paniai, Otto Peku Gobay, SE yang ditemuitabloidjubi.com di Enarotali, Kamis (7/8/2013), maraknya peredaran miras ini patut disesalkan mengingat dampaknya di tengah masyarakat dan keselamatan generasi muda.

“Miras memang sebuah bisnis yang sangat menggiurkan keuntungannya, namun dampaknya kurang baik karena bisa menghancurkan masa depan manusia Papua di Paniai, terutama generasi muda kita,” ujar Peku.

Alumni Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung ini mengharapkan kebijakan tegas pemerintah daerah terhadap peredaran miras di Paniai. “Bukan sebatas simbolitas ataupun retorika saja, tetapi perlu ada tindakan nyata. Basmi miras harus menyeluruh, jangan tebang pilih.”

Larangan miras dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati dalam program 100 hari kerja yang ditandai dengan pemusnahan berbagai jenis minuman beralkohol. Razia kemudian dilakukan aparat kepolisian di beberapa titik yang dicurigai memasok miras dari Nabire. Walau demikian, miras masih mudah didapat. Diduga, beberapa orang sedang memasok dan menjualnya secara diam-diam.“Biar sudah dilarang, ada kios tertentu masih jual miras,” kata Peku Gobai.

“Tutup kios dan penjualnya kasih sanksi tegas saja supaya ada efek jera. Jangan dorang jual-jual miras lagi,” tegas Yan sembari menyebutkan beberapa nama pemuda Paniai yang meninggal akibat menenggak miras, selain kasus di Waghete, Kabupaten Deiyai.

Larangan miras di Paniai, imbuh Peku, akan efektif jika ada Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar hukum. Ia berharap, pemerintah segera bahas dan berlakukan Perda tentang Miras. (Jubi/Markus You)

Tags:
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DI PANIAI, MIRAS DIJUAL BEBAS