PAROKI KRISTUS JURUSELAMAT KOTARAJA ULANG TAHUN

share on:
Patung Kristus Juruselamat yang baru diresmikan (Jubi/Musa)

Jayapura, 11/8 (Jubi)Ahad,11 Agustus 2013, umat katolik Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura merayakan ulang parokinya yang ke-6 tahun. Tak hanya perayaan ulang tahun, hari yang sama mereka (umat katolik) juga meresmikan patung kristus juruselamat dan pelatakan batu pertama gedung pastoran baru.

Pantauan tabloidjubi.com, Ahad (11/8) ketiga acara itu berlangsung di halaman Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja. Paroki ini beralamat di depan pasar Cigombong Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura. Perayaan ulang tahun, peresmian patung kristus juruselamat dan peletakan batu pertama pembangunan gedung pastoran dilangsungkan setelah ibadah.

Usai ibadah, pengarah acara ketiga agenda terpisah setelah ibadah itu mengarahkan umat yang beribadah ke halaman Paroki untuk mengikuti ketiga mata acara yang sudah diagendakan. Mengawali acara perayaan ulang tahun, Pastor Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja, P. Pius Rettop dalam sambutannya mengatakan pada 11 Agutus 2007 lalu, Paroki Kritus Juruselamat Kotaraja diresmikan berdasarkan Dekrit dari bapak Uskup Keuskupan Jayapura dengan nomor 176/2007/1.1.1. Dari 2007 hingga 2013, Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja berusia 6 tahun.

“Paroki ialah jemaat tertentu kaum beriman kristiani yang dibentuk secara tetap dalam gereja patrikular dan yang reksa pastoralnya dibawah otoritas Uskup diosesan, dipercayakan kepada pastor paroki sebagai gembalanya sendiri,” kata pastor Pius. Kata dia, hingga kini, jumlah umat katolik Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja per 31 Desember 2012 sebanyak 1.923 jiwa.

Menurutnya, sebenarnya pihaknya hendak merayakan ulang tahun ke enam itu sebuah angka yang tidak lazim rayakan secara meriah, maka dewan Paroki Kristus Juruselamat Kotaraja dan panitia bermaksud merayakannya secara sederhana melalui kegiatan-kegiatan rohani dan jasmani-sosial untuk membantu membaharui dan meningkatkan iman percaya umat kepada Tuhan dan mewujudnyatakan secara konkrit kepada sesama. Tetapi, kata dia, patung kristus juruselamat Kotaraja sudah rampung dikerjakan dan rencana peletakan batu pertama pembangunan gedung pastoran baru sudah cukup lama dibahas maka kedua agenda itu dimasukan dalam acara peringatan ulang tahun.

Patung kristus juruselamat ditempatkan dibagian depan gereja. Bagian dasar dari tempat berdirinya patung ini berwarna hitam melambangkan situasi manusia di dunia yang sering jatuh dalam dosa atau kegelapan. Kemudian, tiang penyanggah tempat berdiri patung ini berwarna semakin putih melambangkan Yesus Kristus, putera Allah datang ke dunia membawa keselamatan kepada manusia. Nama patung searah dengan nama paroki.  “Jadi, umat katolik bukan menyembah patung/benda mati melainkan menghormati patung seperti patung Kristus Juruselamat karena dibalik patung ini,terkandung fungsi dan tugas Yesus Kristus untuk membangkitkan semangat kaum beriman katolik,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung pastoran baru, menurutnya, dibutuhkan sebuah pastoran yang layak ditempati  oleh pastor paroki untuk menjalankan tugas-tugas mengajar, menguduskan dan memimpin umat di sebuah Paroki yang dipercayakan Tuhan melalui bapak Uskup. Bagi dia, makna peletakan batu pertama menunjukkan Kristus sebagai batu penjuru yang diatasnya orang membuat bangunan, dasar kehidupan rohani, dan sumber kehidupan manusia.

Pastor Paroki Pius juga menyebutkan biaya yang dikeluarkan untuk perayaan hari ulang tahun, patung dan anggaran untuk gedung pastoran baru. Pius menyebut untuk biaya perayaan ulang tahun sekitar Rp.45 juta dari partisipasi umat. Kemudian biaya pengerjaan patung sejak awal sampai selesai menelan biaya sekitar Rp. 200 juta. Biaya ini juga didapat dari partisipasi umat. Selanjutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Gedung Pastoran baru senilai tiga miliar lebih.

Uskup Keuskupan Jayapura, uskup Leo Laba Ladjar dalam sambutannya menuturkan usia Paroki  Kristus Juruselamat yang ke-6 tahun ini bukan berarti baru,umat katolik sudah jauh lebih dahulu. “Jadi, ada tanda-tanda umat itu akan dewasa,” ujarnya. Lanjut dia, tak hanya dewasa umat juga berusaha mandiri. Bagi dia, dikatakan mandiri berarti berdiri diatas kaki sendiri. Lebih lanjut uskup Leo mengatakan terkait pembangunan pastoral, betapa pun bagusnya bangunan itu hanya sebagai simbol. Hal terpenting adalah semangat untuk membawa injil ke orang lain. Dengan begitu maka simbol tersebut akan berbicara.

Sementara itu mewakili Gubernur Provinsi Papua, kepala biro mental dan spiritual sekda Provinsi Papua, Ayub Kayame menilai, umat sudah dewasa. Bagi dia, agama merupakan jembatan menuju Papua bangkit. Agama juga tercatat dalam sejarah bahwa Papua dibangun karena injil.

Setelah penyampaian sambutan, uskup Leo Laba Ladjar, Ayub Kayame bersama para pejabat lainnya serta para undangan dan umat katolik yang hadir menuju patung Kristus Juruselamat untuk meresmikan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh uskup Leo Laba Ladjar dan Gubernur Provinsi Papua yang diwakili oleh kepala biro mental dan spiritual sekda Provinsi Papua, Ayub Kayame. Usai penandatangan prasasti, Ayub Kayame  dipersilahkan mengunting pitah pelepasan kain dari patung. Setelah itu rombongan menuju lokasi peletakan batu pertama untuk meletakan batu pertama pembangunan gedung pastoran baru. (Jubi/Musa)

 

Tags:
Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PAROKI KRISTUS JURUSELAMAT KOTARAJA ULANG TAHUN