KAMERA WARTAWAN CEPOS DIRAMPAS

share on:
Ilustrasi Tolak Kekerasan Terhadap Wartawan (IST)

Jayapura, 14/8 (Jubi)Rabu (14/8) siang sekitar pukul 11.00 WIT, kamera milik wartawan surat kabar harian Cenderawasih Pos (Cepos), Marthen Boseren sempat dirampas dan ditahan oleh petugas Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Laurens Ohee selama satu jam. Padahal, sebelum masuk ke dalam bandara, Marthen sudah melapor dan meminta izin di satpam jaga.  

“Kaka, saya punya kamera dapat tahan dari petugas bandara bernama Laurens Ohee.  Saya sudah lapor dan minta izin masuk mau ambil gambar arus balik mudik lebaran di ruang tunggu penumpang dan ruang kedatangan penumpang. Tapi, Laurens langsung rampas dan tahan kamera saya. Padahal, saya kasih gantung kartu pers,” kata Marthen saat menghubungi tabloidjubi.com, Rabu (14/8) siang.

Menurut Marthen, sebelum ia masuk ke dalam ruang tunggu penumpang dan ruang kedatangan penumpang untuk mengambil gambar arus mudik balik idul fitri, dia sudah melapor dan meminta izin ke satpam  jaga di pintu masuk. Selain lapor dan meminta izin, Marthen mengaku memberikan penjelasan terkait pekerjaan yang sementara digeluti. Dari kejelasan dan permintaan itu, satpam jaga mengizinkan ia masuk dengan catatan mengenakan kartu pers.Dia mengikuti saran satpam jaga yakni menggantungkan kartu pers di leher.

Tetapi, ketika sampai di dalam ruang tunggu dan ruang kedatangan penumpang lalu hendak mengambil gambar, Marthen di panggil paksa oleh salah satu petugas bandara, Luis Ohee. “Siapa yang kasih izin kamu masuk lalu ambil gambar di dalam sini. Kasih kamera kesini,” kata Marthen menirukan kata-kata Louis. Luis langsung merampas kamera dan menahannya lalu memaksa Marthen memberikan penjelasan mengapa ia masuk ke dalam ruangan dan mengambil gambar.

Marthen lalu memberikan penjelasan tentang tujuan ia masuk dan mengambil gambar. Ia juga menjelaskan identitasnya. Namun, Luis tak percaya dan bersikeras menahan kamera. Tiba-tiba, dua rekan Luis datang dan bersama-sama Luis menanyakan Marthen. Pertanyaan mereka ke Marthen dengan nada kasar. Adu mulut antara Marthen dengan Luis dan dua temanya berlangsung selama kurang lebih satu jam. “Kami baku tawar hampir satu jam. Waktu kami baku adu mulut, kamera saya di pegang oleh mereka,” ujar dia.

Lantaran terlalu lama Luis dan rekan-rekannya melawan, akhirnya Marthen memutuskan untuk menelpon kepala kepolisian sektor  (kapolsek) kawasan bandar udara Sentani, Iptu Abraham Soumilena. Setelah kapolsek Abraham ditelfon, Marthen menelpon pemimpin rekdasi-nya (Pempred)  Cepos, Lucky Ireeuw. Saat Lucky menjawab telpon gengamnya, kata Marthen, ia menjelaskan duduk persoalannya ke bosnya. Lucky langsung meminta ia memberikan hendponya ke Luis yang menahan kameranya.

Setelah Luis mendengar penjelasan dari bosnya, Luis langsung mengembalikan kamera setelah dirampas dan ditahan kurang lebih satu jam yakni sejak pukul 11.00 WIT-12.00 WIT. Kemudian, saat Kapolsek kawasan bandar udara Sentani, Iptu Abraham tiba, ia langsung memarahi Luis Ohee, petugas bandara yang menahan kamera. Kapolsek Abraham mengatakan, wartawan tak boleh dilarang meliput. Kata dia, Marthen bukan hanya sekali baru masuk mengambil gambar, namun sudah beberapa kali mengambil gambar di bandara. (Jubi/Musa)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KAMERA WARTAWAN CEPOS DIRAMPAS