PENGUSAHA PAPUA TAGIH PROYEK KE DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

share on:
Sekdis Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Fery Mambrasar (dua dari kiri) saat memberikan keterangan kepada mama pengusaha Paupa (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, 19/8 (Jubi)  – Kurang lebih 20 pengusaha mama Papua, Senin, (19/8)  siang mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua untuk memintakan jatah proyek. Kehadiran mereka tidak lain hanya ingin menanyakan pekerjaan yang bisa dijatah untuk mereka.

Salah satu yang diminta komentarnya yakni Ibu Yolanda T. Dia mengaku sudah 6 tahun menanti proyek namun tidak pernah ada jatah untuknya. “Saya sudah 6 tahun tidak pernah dapat selama memasukan profil kami disini sebagai rekanan. Kami tuntut karena Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84,” ujarnya.

Mereka mengeluh kalau cenderung Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua pilih kasih. Bahkan ekstrimnya mereka tidak melihat jatah proyek kali ini ada nama-nama yang kental diluar nama Papua.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Provinsi Papua, Fery Mambrasar atas nama Kepala Dinas mengaku untuk tahun ini yang bisa diserap hanya 15 rekanan perusahaan. Itu sebabnya dirinya meminta maaf yang sebesar-besarnya jika nantinya diantara mama-mama pengusaha Papua tidak mendapatkan jatah proyek. Padahal kata Mambrasar, ada kurang lebih 620 profil usaha yang masuk ke Dinasnya

Itu sebabnya kata Mambrasar, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua menyatakan permohonan maafnya kepada para pengusaha asli Papua yang memintakan jatah proyek tahun ini yang sulit untuk diakomodir seluruh permintaan untuk mendapatkan proyek. Pasalnya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua hanya bisa menyerap 15 dari 620 rekanan pengusaha yang telah memasukan profil usaha mereka.

Padahal ada keinginan untuk membantu, akan tetapi situasi yang terjadi demikian adanya. Menurut Mambrasar, kurang lebih dari 620 profil usaha yang masuk pada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, akan tetapi yang bisa terserap hanya 15 pengusaha. “Kami minta maaf bahwa keinginan kami untuk bisa membantu, akan tetapi apa daya kami dengan kondisi yang ada. Itu permohonan saya pada rekanan,” katanya.

Mambrasar juga mengatakan hampir tiap tahun pihaknya didatangi oleh rekanan. Namun kata Mambrasar Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua adalah dinas teknis, maka dalam membagi proyek, juga harus melihat spesifikasi masing-masing rekanan, apakah perusahaan itu mampu secara teknis atau tidak. “Kue yang ada di kami kecil, tapi kalau ada yang dapat, itulah kemampuan kami,”bilang Mambrasar dihadapan pengusaha mama-mama Papua, Senin, (19/8). (Jubi/Roberth Wanggai)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENGUSAHA PAPUA TAGIH PROYEK KE DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN