ATURAN PENETAPAN 11 CALON BUPATI MIMIKA DINILAI TAK JELAS

share on:
Ketua KPU Mimika, Karolus Tsunme, saat di wawancara (Jubi/Eveerth)

Timika, 27/8 (Jubi) – Tokoh pemuda Mimika, Boas Karapea menilai, hasil verifikasi KPU Mimika yang meloloskan 11 pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Mimika dinilai cacat hukum, karena belum jelas kriteria aturan penetapannya. ”Kami menilai kaputusan KPU Mimika tak sesuai prosedur lantaran tidak mengikuti undang-Undang,” ujarnya ke tabloidjubi.com di Timika, Rabu (27/8).

Dirinya menilai, dalam penetapan nama pasangan cabu dan cawabup Mimika periode 2013 – 2018, merupakan kebijakan yang diambil tanpa melihat aturan, dimana seharusnya hanya sekitar empat hingga lima calon.

“Namun kenyataannya berbeda. Apakah karena takut atau faktor lain, jika nantinya diloloskan lalu akan terjadi kekacauan atau lainnya. Akan tetapi, seharusnya bisa melihat aturan sehingga memiliki keputusan yang jelas,” paparnya.

Boas menyarankan, karena kebijakan yang diambil telah berjalan, sehingga harus KPU Mimika melihat kepada aturan, dalam hal ini juga kepada masyarakat untuk memilih pemimpin atau calon yang benar – benar ingin membangun Kabupaten Mimika. “Mari kita memilih yang  dapat membangun Kabupaten Mimika, bukan calon – calon yang tidak jelas seperti tidak memliki keluarga yang jelas, hingga status rumah tangganya juga,” sarannya.

Sebelumnya, Ketua KPU Mimika, Karolus Tsunme mengatakan, penetapan 11 calon yang lolos berdasarkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor : 19/Kpts/KPU-MMK/031.434172/2013 tentang Penetapan Pasangan Peserta Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika periode 2013 – 2018.

Adapun, 11 calon yang akan bertarung tanggal 8 Oktober 2013 dan  ditetapkan lolos berdasarkan nomor urut sebagai cabup dan cawabup Mimika, yakni Pertama, Pdt. Yamenal Paulus Maniagasi M.Th – Parjono (diusung oleh Partai Bulan Bintang, Partai Matahari Bangsa, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Partai Karya Perjuangan, Partai Pemuda Indonesia, PNI Marhaenisme, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Persatuan Daerah, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Pengusaha Dan Pekerja Indonesia).

Kedua, Abdul Muis, ST, MM – Hans Magal, SP (diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, Partai Patriot, PDI Perjuangan). Ketiga, Drs. Yoseph Yopi Kilangin – H. Andi Tajerimin Nur (diusung Partai Buruh, Partai Keadilan Sejahtera, dan PKPI ). Keempat, Agustinus Anggaibak – La Sarudi P (jalur perseorangan). Kelima, Agapitus Mairimau, S.Sos – Ust. Setiyono, S.Pd (jalur perseorangan). Keenam, Athanasius Allo Rafra, SH, M.Si – Titus Natkime, SH (diusung Partai Republikan, Partai Pelopor, Partai Demokrasi Pembaharuan, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Penegak Demokrasi Indonesia). Ketujuh, Pither Yan Magal – Philipus Wakerkwa, SE, M.Si (diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional).

Kedelapan, Samuel Farwas, S.Sos, M.Pd – Virgo H. Solosa (jalur perseorangan). Kesembilan, Eltinus Omaleng – Yohanis Bassang, SE, M.Si (jalur perseorangan). Kesepuluh, Trifena M. Tinal, B.Sc – Anastasia Tekege, S,Ag (diusung Partai Golkar, Partai Damai Sejahtera, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Nasional Ulama). Kesebelas, Alfred Douw, S.Pd – Lalu Suryadarma (jalur perseorangan). (Jubi/Eveerth)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ATURAN PENETAPAN 11 CALON BUPATI MIMIKA DINILAI TAK JELAS