BERKAS LS DI TARGETKAN KE PENGADILAN AWAL BULAN SEPTEMBER

share on:
Berkas Perkara Labora Sitorus (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura 28/8 (Jubi) – Kasus rekening “Gendut” senilai Rp 1,5 triliun, Anggota Polres Raja Ampat, Papua Barat, Aiptu Labora Sitorus (LS) terus di genjot Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua agar berkas perkaranya pada akhir bulan September mendatang dapat di serahkan ke Pengadilan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, E.S. Maruli Hutagalung menuturkan hingga saat ini pihaknya sedang menyamakan persepsi dengan penyidik Polda Papua agar tidak terjadi bolak balik perkara. “Mudah-mudahan bulan depan (september) sudah bisa dilakukan penyerahan tahap kedua. Karena kita mengejar masa tahanan yang sudah mulai berakhir,” katanya kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/8).

Dikatakan Huragalung, bahwa berkas LS terdiri tiga perkara, masing-masing satu berkas Migas dan Kehutanan dan satu berkas pencucian uang. “Nanti dilimpahkan rencananya bersama-sama, Jadi tahap duanya mungkin kehutanan sama migas, lalu dilanjutkan dengan penahanan penuntutan. Sambil berjalan berkas migas dan kehutanan diproses berjalan, nanti pelimpahan ke pengadilan bersama dengan berkas pencucian uang. Sehingga nanti tuntutannya tetap satu penggabungan untuk mempermudah persidangan,” katanya.

Kini berkas perkara LS masih berada di penyidik, Dikatakan Hutagalung. Setelah beberapa waktu lalu di kembalikan karena masih ada hal-hal yang belum sempurna dalam berkas. “Materil sama formilnya belum lengkap, Jadi dikembalikan,” katanya.

Pihaknya berharap, Saat penyidik Polda Papua menyerahkan ke kejati, sudah p21. “Kita juga siaga tidak boleh terjadi bolak balik perkara. Karena ini asetnya aset negara. Kita fokus memang untuk terdakwa pencucian uang. Supaya bisa dirampas semua hartanya,” katanya.

Saat ini LS masih menjadi tahanan kepolisian setempat di Rutan Polda Papua. Masa tahanan LS hingga tanggal 19 September mendatang. LS ditangkap Mabes Polri pada pertengahan Mei  lalu, Selanjutnya diserahkan ke Polda Papua dan menjalani proses hukum.

LS sendiri dijerat dengan pasal 53 huruf b dan d jo Pasal 23 ayat 2 huruf b dan UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi dan Pasal 78 ayat 5 dan 7 jo Pasal 50 ayat 3 huruf f dan h UU No 19 tahun 2004 tentang kehutanan dan atau pasal 6 UU no 8 tahun 2010 tentang tidak pidana pencucian uang dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (Jubi / Indrayadi TH)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BERKAS LS DI TARGETKAN KE PENGADILAN AWAL BULAN SEPTEMBER