DANREM 172/PWY AJAK PELIHARA WAWASAN KEBANGSAAN

share on:
DANDREM 172/PWY DALAM SALAH SATU KEGIATAN (JUBI/APRILA)

Jayapura, 2/9 (Jubi) – Danrem 172/PWY, Kol. Inf. Herman Asaribab mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura untuk memelihara wawasan kebangsaan.

“Di Papua tidak ada situasi rawan yang terkait wawasan kebangsaan. Itu berarti semuanya bagus, cuma kita menjaga, tetap memelihara dan meningkatkan supaya semuanya punya pola pikir yang sama,” ungkap Danrem 172/PWY kepada wartawan seusai kuliah umum di Aula STIKOM Muhammadiyah, Tanah Hitam, Jayapura, Senin (2/9).

Di sisi lain, dirinya mengakui ada paham-paham yang berseberangan dalam kelompok kecil tetapi ia mengaku mereka adalah keluarga dan saudara juga sehingga pihaknya harus berusaha supaya mereka dapat balik dan memiliki wawasan kebangsaan.

“Sejarah Papua sama saja dengan kita, Indonesia yang sama-sama dijajah Belanda. Mulai dari Jawa sampai Papua. Hanya situasinya, Belanda baru mau melepas Papua pada 1963 karena ingin mengeruk kekayaan alam yang ada di Papua,” kata Kol. Inf. Herman Asaribab lagi.

Menurutnya, Orang Papua dininabobokan dengan mabuk supaya memiliki pemikiran lebih bagus. Padahal Orang Papua dibodohi dengan pemikiran-pemikiran seperti itu. Dirinya berharap, wawasan kebangsaan ini dapat dipelihara hingga tetap terjadi kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Wilayah Papua dan NKRI secara luas.

Sementara itu, terkait kuliah umum ini, di tempat yang sama, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKOM Muhammadiyah, Hendikus Yeimo mengatakan, intinya Danrem meminta mahasiswa mengelola waktu belajar lebih giat untuk menjadi pemimpin di NKRI. Dari Sabang sampai Merauke.

“Ia meminta, sebagai mahasiswa kita harus belajar lebih giat lagi,” ungkap Hendrikus mengulang harapan Dandrem 172/PWY, Kol. Inf. Herman Asaribab kepada tabloidjubi.com di Kampus STIKOM Muhammadiyah, Tanah Hitam, Jayapura, Senin (2/9). (Jubi/Aprila Wayar)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DANREM 172/PWY AJAK PELIHARA WAWASAN KEBANGSAAN