HAMBATAN BUDAYA ORANG PAPUA PENGARUHI GIZI KELUARGA

share on:
Kadis Kesehatan Provinsi Papua, One Wakur (Jubi/Ans)

Merauke, Jubi (4/9) — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, One Wakur mengungkapkan, pada tahun 1999 lalu, dirinya pernah  tinggal di salah satu kampung  di Kabupaten Asmat guna melakukan penelitian tentang pertumbuhan gizi disana. Ternyata, ditemukan beberapa persoalan mendasar. Dimana, terdapat suku tertentu yang tidak bisa mengkonsumsi telur maupun ayam hutan.

Hal itu disampaikan One Wakur dalam sambutannya pada pelaksanaan wisuda di Akademi Keperawatan (Akper) Merauke, Rabu (4/9). Menurutnya, suku tertentu itu, tidak bisa mengkonsumsi telur maupun ayam, lantaran  adat istiadat. Dari fakta tersebut, dapat ditarik bahwa, budaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan gizi terutama bagi anak-anak.
Padahal,  lanjut dia, Papua memiliki makanan yang sangat berlimpah. Hanya saja, ada yang tidak bisa dikonsumsi.  Makanan yang ada memiliki zat protein sangat tinggi untuk pertumbuhan kesehatan. “Jadi, wajar saja jika kita masih menemukan banyak anak di kampung-kampung yang mengalami kekurangan gizi,” ungkapnya.

Lebih lanjut One Wakur mengatakan, jika dibandingkan dengan daerah lain, mungkin penyakit tidak terlalu banyak. Tetapi di Papua, hampir selalu ada jenis penyakit. Hal itu karena Papua memiliki dua iklim yakni panas serta dingin.  “Ibu Menteri Kesehatan RI, telah meminta kepada saya agar memberikan perhatian secara serius terhadap kesehatan dari ibu dan anak itu sendiri,” tandasnya.

Khusus ibu hamil, jelas dia, makanan bergizi harus diberikan. Sehingga janin dalam kandungan, dapat tumbuh lebih sehat. “Saya sendiri  mendukung langkah yang dilakukan Bupati Lany Jaya dengan memberikan uang sebesar Rp 5 juta kepada setiap ibu hamil. Tujuannya agar dapat membeli berbagai kebutuhan pokok yang mengandung nilai gizi untuk dapat dikonsumsi,” katanya.

Hanya saja, menurut dia, yang ditemukan di lapangan, agak berbeda. Karena uang yang diterima, bukannya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Tetapi suami atau keluarga, mengambil untuk membeli berbagai kebutuhan lain. “Ini yang tidak boleh  terjadi lagi ,”  katanya.

Secara terpisah Wakil Bupati Merauke, Sunarjo mengatakan, salah satu langkah yang sedang dilakukan pemerintah setempat sekarang adalah melakukan pendataan terhadap ibu-ibu hamil yang nota bene adalah orang asli Papua dan tinggal di kampung-kampung. Mereka akan ditangani tenaga medis mulai dari kontrol hingga melahirkan. Semua biaya ditanggung pemerintah. (Jubi/Ans)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HAMBATAN BUDAYA ORANG  PAPUA PENGARUHI  GIZI KELUARGA