POLRES JAYAWIJAYA KEMBALI SITA 6 TON RASKIN

share on:
Truk bermuatan beras yang diduga Raskin ketika diamankan di Polres Jayawijaya. (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 4/9 (Jubi) – Polres Jayawijaya kembali menyita 6 ton (400 karung) beras yang diduga Raskin dari salah satu truk, Rabu (4/9) yang sedang di drop di beberapa pedagang/kios di Pasar Jibama, Wamena sekitar pukul 16.15 Wit.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Johnny Eddizon Isir, S.ik, MTCP mengakui, penyitaan beras bagi masyarakat miskin ini sesuai adanya laporan masyarakat bahwa ada dugaan Raskin yang diturunkan di Pasar Jibama, untuk dijual ke para pedagang.

Berdasarkan informasi tersebut, jajaran Polres Jayawijaya langsung mendatangi Pasar Jibama dan ternyata benar ada satu unit truk berisikan Raskin sedang diturunkan ke sekitar lima pedagang di Pasar Jibama.
“Akhirnya satu unit truk berisikan 400 karung atau sekitar 6 ton Raskin kita amankan, lalu beras yang sudah diturunkan ke pedagang kita tarik kembali dan kita lihat suratnya ditujukan ke mana, ternyata ditujukan untuk ke Distrik Yalengga,” ungkap Kapolres Isir kepada wartawan di Mapolres Jayawijaya, Rabu (4/9).

Diakui Kapolres Isir, kasus ini akan didalami terlebih dahulu, karena sudah jelas ada penyimpangan distribusi. Raskin ini kan beras yang disubsidi pemerintah, ketika terjadi penyimpangan distribusi, berarti di sana ada kerugian negara yang mengarah ke tindak pidana korupsi pasal 2, 3 atau pasal 8 tentang penggelapan Undang-undang nomor 31 1999 yang telah diubah menjadi Undang-undang 20 tahun 2001.
“Beras diambil dari gudang Dolog siang harinya langsung di drop ke Pasar Jibama dan sudah ada yang diturunkan ke lima pedagang dan ketika diturunkan ke pedagang yang kelima langsung kita sita,” ujar Kapolres.

Usai menyita Raskin tersebut, sudah ada sekitar 11 saksi akan dimintai keterangan untuk mengetahui alur, sementara yang ditetapkan tersangka supir karena supir membawa surat tujuan pendistribusian Raskin tersebut, selain itu Polisi juga akan ungkap siapa yang berada di atasnya dari kasus ini.

Dijelaskan Kapolres, Raskin ini merupakan beras yang disubsidi pemerintah dengan sasaran masyarakat yang ekonominya masih dinilai belum mampu atau khusus bagi Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat, tetapi malah lari ke distrik sebenarnya kan harus langsung diterima kepada yang membutuhkan.
“Raskin ini kan masyarakat bisa membeli sekitar Rp.16 ribu per kilo, tetapi ketika sudah lari ke pasar bisa menjadi Rp.180 ribu sampai Rp.200 ribu per 15 kilo, kita bayangkan saja proses penyimpangan sampai mana. Jadi, masyarakat yang seharusnya bisa menerima dan memanfaatkan itu, malah jadi terbebani kembali,” tegasnya.

Kapolres Isir menambahkan, semua yang diberi tugas dan tanggungjawab amanah untuk mengelola beras raskin ini merupakan hak dari masyarakat yang kurang mampu, jangan disalah gunakan atau diselewengkan.
“Kalau kita ingin sama-sama agar meningkatkan taraf hidup dari masyarakat, mari kita jangan salah gunakan distribusi raskin ini,” tandasnya.

Sementara di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Johanis Kapasiang menambahkan, setelah dilakukan penyitaan beberapa orang langsung diperiksa seperti MY yang merupakan supir truk, lalu ada beberapa buruh pengangkut beras MH, AK, HK, EJ, DJ.
“Sudah ada beberapa saksi yang telah diperiksa, sedangkan untuk supirnya kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Johanis. (Jubi/Islami)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLRES JAYAWIJAYA KEMBALI SITA 6 TON RASKIN