BATAL PALANG SMP WAMBI, JALUR HUKUM DITEMPUH

share on:
Paulus Samkakai (Jubi/Ans)

Merauke, 26/9 (Jubi)Setelah pemalangan terhadap Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Wambi batal dilakukan pada 21 September 2013 lalu, maka jalur lain yang akan ditempuh adalah melalui proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Merauke.

Keterangan tersebut disampaikan Paulus Samkakai selaku  penerima  kuasa dari pemilik hak ulayat, Felix Mahuze ketika ditemui tabloidjubi.com, Kamis (26/9). “Memang seharusnya pemalangan sudah dilakukan. Hanya saja, setelah dilakukan komunikasi bersama aparat kepolisian di Polsek Okaba, disarankan untuk melalui jalur hukum,” katanya.

Jika pemalangan dilakukan, lanjut Paulus, otomatis kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, tidak akan jalan. Sementara anak yang sekolah disitu adalah anak-anak Wambi sendiri.  Dengan pertimbangan itu, maka satu satunya jalur adalah melalui proses hukum.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan salah seorang pengacara di Merauke dan dia menyarankan agar mengurus  berbagai dokumen surat menyurat yang berkaitan dengan kepemilikan tanah. Sehingga dalam proses persidangan, dapat dibuktikan,” ujarnya.

Paulus menilai, pejabat di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, sepertinya tidak merespon dengan baik langkah yang dilakukan pemilik hak ulayat itu. “Ya, nanti mereka akan lihat setelah persoalan dimaksud, dibawa ke rana hukum,” tuturnya.

Menanggapi itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke yang membidangi Pendidikan, Dominikus Ulukyanan mengatakan, langkah  dari pemilik hak ulayat sudah sangat tepat. Dimana, menempuh jalur hukum. “Saya dukung pemilik hak ulayat menempuh jalur tersebut. Sehingga dapat diketahui secara pasti dan jelas,” ujar dia. (Jubi/Ans)

 

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BATAL PALANG SMP WAMBI, JALUR HUKUM DITEMPUH