POLISI JAYAWIJAYA AMANKAN RATUSAN LITER BALO

share on:
Minuman keras lokal (Balo) yang diamankan Polres Jayawijaya, Kamis (26/9). (JUBI/ISLAMI)

Wamena, 26/9 (Jubi)Jajaran Satuan Narkoba Polres Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, berhasil mengamankan ratusan liter minuman keras lokal (Balo). Tak hanya Balo,  pelaku pembuatnya di dua tempat berbeda di Kota Wamena juga ditangkap, Kamis (26/9).

Penangkapan ratusan liter Balo tersebut didapat setelah Polisi melakukan razia di sejumlah tempat, sebagai langkah untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang semakin aman dari orang mabuk di Kota Wamena.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Johhny Eddizon Isir melalui Kasat Narkoba Polres Jayawijaya, IPTU Haryono, SH mengungkapkan, penangkapan ratusan liter Balo dan pembuatnya itu dilakukan di dua tempat berbeda yaitu satu di depan kantor PLN Wamena dan satunya lagi di depan SD Yapis Wamena.

Pengamanan minuman keras lokal ini berlangsung di depan kantor PLN Wamena, sekitar pukul 16.00 WIT, Polisi berhasil mengamankan sekitar 200-an liter Balo yang disimpan dalam lima ember besar. Sedangkan penangkapan di depan SD Yapis Wamena pukul 17.30 Wit, barang yang berhasil diamankan sebanyak 15 kantong plastik besar dan siap untuk dijual, yang disimpan dalam satu ember besar beserta jerigen lima liter.

Kasat Narkoba Polres Jayawijaya, IPTU Haryono, SH mengaku, minuman Balo yang berhasil diamankan di depan Kantor PLN Wamena yaitu di rumah milik PW seorang ibu rumah tangga, di mana saat digerebek PW beserta empat orang lainya sedang berada di rumah PW sedang membuat Balo.

Kedapatan membuat Balo tersebut, jajaran Satuan Narkoba dibantu jajaran lainya di Polres Jayawijaya langsung membawa barang bukti berupa empat ember besar berisikan Balo ditambah jerigen minyak lima liter dan bahan pembuat Balo ke Polres Jayawijaya untuk dilakukan penyelidikan.

Untuk barang bukti yang berhasil didapat di depan SD Yapis Wamena, Polisi mengamankan 15 kantong plastik siap jual, satu ember besar dan satu jerigen minyak lima liter beserta seorang saksi bernama Erda.

Haryono menuturkan, setelah dilakukan penangkapan polisi langsung memproses penyitaan tersebut sebagai tindak pidana ringan (Tipiring) sesuai dengan Pasal 3 ayat 1 huruf d, dengan kurungan penjara maksimal tiga bulan.
“Kami lakukan penangkapan ini dari hasil razia kepolisian di sejumlah titik yang telah diketahui sering kali membuat Balo ini,” ujar Haryono kepada wartawan di Mapolres Jayawijaya, Kamis.

Dia mengaku, penangkapan yang di depan Kantor PLN Wamena Polisi sering kali menangkap dan memproses pelaku yang membuat dan dihukum, namun ketika keluar kembali membuat Balo. “Pelaku yang kami amankan ini sering kali didapat membuat Balo seperti ini, namun ketika bebas dia kembali membuat Balo lagi,” ungkapnya.

Sementara pelaku PW yang ditangkap di depan Kantor PLN Wamena mengakui, dirinya bersama rekan-rekannya membuat Balo karena untuk kebutuhan hidup, di mana ketika dijual dalam bentuk kantong plastik yang berisikan lima liter dengan harga Rp.50 ribu per plastik. “Jadi pagi saya jual pinang, sore harinya jual Balo untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (JUBI/ISLAMI)

Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLISI JAYAWIJAYA AMANKAN RATUSAN LITER BALO